Unsur Cuaca Dan Iklim Serta Penjelasannya

Diposting pada

Unsur Cuaca dan Iklim Serta Penjelasannya – Salam! Kali ini Kumpulan Contoh Teks  akan membahas materi geografi mengenai unsur cuaca dan iklim serta penjelasannya. Cuaca dan iklim adalah dua hal yang sudah tidak asing lagi bagi kehidupan kita sehari-hari. Nah, apa sih cuaca dan iklim itu ? Apa sajakah unsur cuaca dan iklim ? Berikut adalan uraian mengenai unsur cuaca dan iklim serta penjelasannya

Unsur Cuaca Dan Iklim

Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah kondisi atmosfer pada suatu wilayah dan pada saat tertentu, sedangkan iklim adalah gambaran cuaca khas suatu tempat, didasarkan pada statistik rata-rata cuaca dari jangka waktu 30 tahun yang ditetapkan oleh WMO (World Meteorogical Organization) mulai tahun 1900. Dilihat dari pengertiannya, cuaca dan iklim merupakan dua hal yang berbeda, namun unsur cuaca dan iklim sama. Unsur cuaca dan iklim terdiri dari suhu, tekanan udara, angin, presipitasi, awan, dan kelembaban. Untuk mempermudah menghapalnya, unsur cuaca dan iklim dapat disingkat STAPAK.

Unsur Cuaca dan Iklim 1 (Suhu)

Suhu merupakan salah satu unsur cuaca dan iklim dimana suhu adalah besaran yang menunjukkan derajat panas dingin. Secara fisis, pengertian suhu yaitu tingkat gerakan molekul benda. Semakin cepat molekul benda bergerak, maka makin tinggi juga suhunya. Suhu suatu tempat berbanding terbalik dengan tekanan udara di tempat tersebut. Semakin rendah tekanan udara suatu tempat, maka semakin tinggi suhunya. Contoh dari pernyataan tersebut yaitu ketika terjadi peristiwa El Nino, suhu udara di Tahiti lebih tinggi daripada di Darwin. Namun, tekanan udara di Tahiti lebih rendah daripada di Darwin.

Dengan mengetahui suhu udara di suatu tempat, kita dapat mengetahui suhu udara di tempat dengan ketinggian yang berbeda menggunakan rumus sebagai berikut :

T_x=T_0-0,6 . \frac{X_1-X_2}{100}

Keterangan :

Tx         = suhu udara di tempat yang dicari (oC)

T0         = suhu udara di tempat yang sudah diketahui (oC)

X1        = ketinggian tempat yang suhunya dicari (m)

X2        = ketinggian tempat yang suhunya diketahui (m)

Darimanakah asal nilai 0,6 dan 100 pada rumus tersebut ? Seperti kita ketahui, lapisan atmosfer paling bawah yang kita tinggali yaitu lapisan troposfer. Lapisan troposfer merupakan lapisan lapse rate (semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah suhunya).  Pada lapisan tersebut, rasio penurunan suhu yaitu 0,6oC/100 m, yang berarti setiap bertambahnya ketinggian sejauh 100 m, maka suhu udara akan berkurang 0,6oC.

Contoh soal :

Nia tinggal di Bojonegoro yang memiliki ketinggian 50 meter dengan suhu 28oC. Sedangkan Tyan tinggal di Malang yang memiliki ketinggian 650 meter. Hitunglah suhu udara di kota tempat Tyan tinggal!

Pembahasan :

T0         = 28oC

X1        = 650 m

X2        = 50 m

Tx         = … oC

Untuk mencari suhu udara di Kota Malang, dapat digunakan rumus yang tadi sudah kita bahas. Perhitungannya adalah sebagai berikut.

T_x=T_0-0,6 . \frac{X_1-X_2}{100}

T_x=28-0,6 . \frac{650-50}{100}

T_x=24,4

Jadi, suhu udara di kota tempat Tyan tinggal yaitu 24,4 oC.

 

Unsur Cuaca dan Iklim 2 (Tekanan Udara)

Tekanan udara merupakan unsur cuaca dan iklim dimana tekanan udara berkurang secara eksponensial terhadap ketinggian karena pengaruh gaya gravitasi bumi. Udara yang letaknya di bawah (dekat dengan permukaan bumi), molekul-molekul udara nya lebih rapat dibanding udara yang letaknya jauh dari permukaan bumi disebabkan karena pengaruh gravitasi. Setiap bertambahnya ketinggian 10 m, tekanan udara berkurang 1 atm. 1 atm (1 mmHg) setara dengan 1013 mb. Adapun hubungan antara tekanan udara dan ketinggian dapat dirumuskan dengan rumus berikut :

h=\frac{(760-x)mmHg}{1mmHg} . 10

            Keterangan :

h          = ketinggian tempat (m)

x          = tekanan udara di suatu tempat di atas permukaan laut (mmHg)

760      = tekanan udara tepat di permukaan laut (mmHg)

Contoh soal :

Iza tinggal di kota Z yang memiliki tekanan udara 684 mmHg. Maka, berapakah ketinggian kota Z dari permukaan laut?

Pembahasan :

x          = 684 mmHg

h          = …

h=\frac{(760-x)mmHg}{1mmHg} . 10

h=\frac{(760-684)mmHg}{1mmHg} . 10

h=76

 

Jadi, kota Z memiliki ketinggian 760 meter di atas permukaan laut.

 

Unsur Cuaca dan Iklim 3 (Awan)

Unsur cuaca dan iklim berikutnya yaitu awan. Awan terbentuk akibat proses kondensasi. Awan dapat diklasifikasikan menjadi awan rendah, awan menengah, awan tinggi, dan awan vertikal.

  1. Awan rendah

Awan rendah merupakan awan yang memiliki ketinggian <2000 m. Jenis-jenisnya berupa awan stratocumulus, nimbostratus, dan stratus.

  1. Awan menengah

Awan menengah merupakan awan dengan ketinggian antara 2000 m – 6000 m. Ciri khas awan ini  yaitu pada namanya memiliki awalan alto, misalnya altostratus, altocumulus lenticularis, altocumulus castellanus, dan altocumulus undulates.

  1. Awan tinggi

Awan tinggi terdapat pada ketinggian >6000 m. Contoh awan tinggi diantaranya : cirrus, cirrostratus, cirro cumulus, dan aircraft contrail.

  1. Awan vertikal

Awan vertikal berada pada ketinggian 500-1500 m. Contoh : cumulus, cumulonimbus, pileus, dan mammatus.

 

Unsur Cuaca dan Iklim 4 (Presipitasi)

Selain suhu, tekanan, dan awan, terdapat unsur cuaca dan iklim lainnya, yaitu presipitasi. Presipitasi sering juga disebut curah hujan. Pengertian curah hujan yaitu jumlah air hujan yang jatuh ke permukaan bumi dalam waktu tertentu. Curah hujan biasanya diukur dengan alat penakar hujan (rain gauge). Hujan dapat diklasifikasikan menjadi berbagai jenis yaitu :

  1. Hujan konveksi / zenithal / hujan naik ekuator

Hujan ini memiliki karakteristik berupa naiknya udara yang mengandung uap air secara vertikal ke atas hingga terjadi kondensasi, membentuk awan, lalu memghasilkan hujan.

  1. Hujan orografis

Hujan ini terjadi ketika udara yang mengandung uap air pergerakannya terhalang oleh pegunungan sehingga udara tersebut terdorong naik ke atas lereng. Pada ketinggian tertentu, suhu udara semakin mendingin sehingga angin tersebut terkondensasi dan membentuk awan hingga terjadi hujan orografis.

  1. Hujan frontal

Penyebab utama terjadinya hujan frontal yaitu adanya pertemuan massa udara yang berbeda jenis (massa udara panas bertemu dengan massa udara dingin).

  1. Hujan sinklinal

Hujan ini disebabkan oleh siklon yang membawa udara naik dan menjadi dingin hingga menghasilkan hujan.

  1. Hujan muson

Terjadi karena pergerakan angin muson yang mengandung banyak uap air.

 

Unsur Cuaca dan Iklim 5 (Angin)

Angin merupakan udara yang bergerak. Pergerakan udara ini disebabkan karena perbedaan tekanan antara satu tempat dengan tempat lain. Angin bergerak dari tempat bertekanan tinggi menuju tempat bertekanan rendah. Jenis-jenis angin di dunia diantaranya :

  1. Angin monsoon

Angin monsoon adalah angin pasat tetap yang terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara daratan dan lautan. Menurut Klromov, angin monsoon adalah angin yang bertiup dan berubah arah >120o minimal setiap 6 bulan sekali.

  1. Angin fohn

Angin fohn terjadi di daerah bayangan hujan (leeward). Sifat angin ini yaitu kering, cepat, panas, dan merusak. Angin fohn memiliki nama-nama yang berbeda, ditunjukkan dalam tabel berikut :

NamaDaerah
KumbangTegal-Cirebon
GendingProbolinggo-Pasuruan
BohorokDeli Serdang, Sumatera Utara
WambrawBiak, Papua
BrubuSulawesi Selatan
  1. Angin darat dan laut

Angin darat merupakan angin yang bertiup dari darat menuju ke laut. Sedangkan angin laut sebaliknya. Angin dinamai sesuai dengan dari mana angin tersebut bertiup.

  1. Angin gunung dan lembah

Angin gunung berhembus dari gunung menuju lembah, terjadi pada malam hari. Sementara itu, angin lembah sebaliknya.

  1. Angin siklon dan antisiklon

Angin siklon terjadi di wilayah dengan pusat tekanan rendah yang dikelilingi oleh wilayah dengan tekanan tinggi. Di BBU, siklon berputar berlawanan arah jarum jam. Di BBS, arah perputaran angin siklon yaitu searah jarum jam. Angin antisiklon terbentuk di wilayah dengan pusat tekanan tinggi yang dikelilingi oleh wilayah bertekanan rendah. Arah perputaraannya yaitu searah jarum jam di BBU dan berlawanan arah jarum jam di BBS.

 

Unsur Cuaca dan Iklim 6 (Kelembaban)

Unsur cuaca dan iklim terakhir yang akan dibahas yaitu kelembaban. Kelembaban dapat diukur dengan alat bernama higrometer. Kelembaban dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Kelembaban absolut (mutlak)

Kelembaban absolut merupakan jumlah uap air yang terdapat pada udara.

  1. Kelembaban relatif (nisbi)

Kelembaban relatif dapat diketahui dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

RH=\frac{e}{E} . 100

Keterangan :

RH         = relative humidity (%)

e       = kandungan uap air aktual di udara (gr/m3)

E       = kandungan uap air maksimal yang dapat ditampung udara (gr/m3)

Masing-masing unsur cuaca dan iklim saling mempengaruhi satu sama lain. Angin dapat terbentuk akibat perbedaan tekanan. Angin ini juga dapat membentuk awan. Awan bisa menurunkan hujan (presipitasi). Awan juga dapat terbentuk karena suhu yang tinggi sehingga air dapat teruapkan.

 

Cukup sekian artikel mengenai unsur cuaca dan iklim serta penjelasannya. Semoga artikel geografi ini dapat membantu Anda dalam mempelajari unsur cuaca dan iklim. Demikian, selamat belajar!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *