Sistem Saraf Pada Manusia

Diposting pada

Sistem Saraf Pada Manusia – Salam! Kali ini Kumpulan Contoh Teks akan membahas materi Biologi mengenai Sistem saraf pada manusia. Organ – organ pada manusia bisa bekerja secara teratur dikarenakan adanya sistem saraf yang bekerja pada tubuh kita. Sistem saraf pada manusia berfungsi sebagai penerima informasi dalam bentuk rangsangan, memproses informasi yang diterima, Memberi tanggapan atau reaksi terhadap rangsangan. Pada postingan kali ini kita akan membahas apa saja bagian – bagian sel saraf, jenis – jenis sel saraf, serta bagian – bagian sistem saraf beserta fungsinya.

Sistem Saraf Pada Manusia

Bagian – bagian sel saraf dalam sistem saraf pada manusia

Unit terkecil dalam sel saraf adalah neuron (sel saraf). satu neuron terdiri atas :

a.Dendrit, yaitu bagian penjuluran dari badan sel yang memiliki banyak cabang. Dendrit berfungsi untuk menerima rangsangan dari sel reseptor (alat indra) atau sel saraf lainya untuk diantarkan ke badan sel.

b.Badan sel, merupakan bagian yang mengembung pada sel saraf. Bdan sel berfungsi untuk mengatur aktivitas sel saraf.

c.Akson, merupakan penjuluran dari badan sel yang  berfungsi meneruskan rangsangan ke sel saraf lainya.

d.Selubung mielin, merupakan bagian pembungkus akson yang berfungsi sebagai pelindung akson.

e.Nodus ranvier, merupakan bagian akson yang tidak dibungkus selubung mielin yang berfungsi untuk mempercepat jalanya pengiriman infrormasi.

Jenis – jenis Sel saraf dalam sistem saraf pada manusia

Berdasarkan fungsinya, sel saraf (neuron) dibedakan menjadi tiga, yaitu :

a.Neuron sensorik, berfungsi menerima rangsang dari sistem indra. Ciri – ciri neuron sensorik adalah memiliki akson pendek dengan dendrit yang panjang.

b.Neuron motorik, berfungsi menghantarkan rangsang dari saraf pusat ke otot dan kelenjar. Ciri – ciri neuron motorik adalah memiliki dendrit pendek dengan akson yang panjang.

c.Neuron konektor, berfungsi sebagai penghubung neuron sensorik dan neuron motorik di sumsum tulang belakang dan otak.

Sistem saraf pada manusia kita dibagi menjadi 2, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Lalu, apa yang dimaksud dengan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi, apa saja bagian- bagian sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi ?, mari kita simak pembahasan berikut !

Bagian – bagian sistem saraf pusat dan fungsinya

Sistem saraf pusat dalam sistem saraf pada manusia terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls ke otak dan mengendalikan gerak refleks tangan dan kaki. Sedangkan otak manusia terbagi menjadi 5 bagian yaitu otak besar, otak tengah, jembatan varol, sumsum lanjutan dan otak kecil.

a.Otak besar (Cerebrum), merupakan pusat koordinasi semua kegiatan yang kita sadari. Otak besar berfungsi sebagai pusat penglihatan, pendengaran, pembau, percakapan, berpikir, bertindak, kecerdasan, ingatan dan sebagai pusat kesadaran.

b.Otak tengah,berukuran kecil dan terletak di depan otak kecil. Pada otak tengah terdapat saraf okulomotoris (saraf yang berhubungan dengan pusat pergerakan mata) seperti mengangkat kelopak mata, menggerakan bola mata, refleks akomodasi mata.

c.Otak kecil (Cerebellum), terdapat di bagian belakang dan bawah rongga tengkorak. Otak kecil berfungsi mengatur gerakan otot dan mengatur keseimbangan posisi tubuh.

d.Jembatan varol, saluran yang berfungsi menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. di jembatan varol ini, rangsangan yang berasal dari tubuh bagian kiri akan masuk ke otak kanan dan sebaliknya.

e.Sumsum lanjutan (Medulla oblongata), berfungsi mengendalikan dan mengatur pernafasan, mengatur proses pelebaran dan penyempitan pembuuh darah, pengatur denyut jantung dan tekanan darah, mengatur gerak refleks seperti muntah, menelan, batuk, bersin.

Bagian – bagian sistem saraf tepi dan fungsinya

Sedangkan sistem saraf tepi dalam sistem saraf pada manusia terdiri dari sistem saraf somatik (tidak sadar) dan sistem saraf otonom (sadar).

a.Sistem saraf somatik berfungsi untuk mengatur kerja organ tubuh secara sadar. Sistem saraf somatik terdiri  atas 12 pasang saraf otak dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang.

b.Sistem saraf otonom berfungsi mengontrol organ – organ dalam tanpa dipengaruhi kesadaran. Sistem saraf otonomterdiri menjadi sistem saraf parasimpatik dan sistem saraf simpatik.

  • Sistem saraf simpatik berfungsi untuk :
  • Menghambat keluarnya air mata.
  • Mempercepat denyut jantung.
  • Menghambat keluarnya air ludah.
  • Menghambat kerja ginjal.
  • Memperbesar bronkus, lambung, dan pankreas.
  • Mengurangi aktivitas usus.
  • Menghambat pembentukan urine.
  • Sistem saraf parasimpatik berfungsi untuk :
  • Merangsang keluarnya air mata.
  • Memperlambat denyut jantung.
  • Menghambat keluarnya air ludah.
  • Mempercepat kerja ginjal, lambung, dan pankreas.
  • Memperkecil bronkus.
  • Merangsang pembentukan urine.

Prinsip kerja sistem saraf pada manusia

Saat tubuh melakukan kerja, reseptor, konduktor, dan efektor ikut terlibat. Secara sistematis, jalanya rangsang dapat dilihat sebagai berikut :

a.Urutan jalanya rangsangan pada gerak sadar

Reseptor – neuron sensori – otak– neuron motorik – efektor.

b.Urutan jalanya rangsangan pada gerak refleks

Reseptor – neuron sensori – Sumsum tulang belakang – neuron motorik – efektor.

c.Urutan jalanya rangsangan pada neuron

Dendrit – badan sel – nukleus – akson – sinapsis.

 

Cukup sekian artikel mengenai sistem saraf pada manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, Selamat belajar dan sukses selalu!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *