Sejarah Peristiwa Revolusi Amerika Serikat

Diposting pada

Peristiwa Revolusi Amerika Serikat – Salam! Kali ini kita akan mempelajari materi Sejarah Dunia khususnya materi Revolusi Amerika Serikat. Mari kembali kita ulas dan simak lagi materi ini, karena ternyata materi ini cukup penting. Alasan kuat yang mendasari mengapa materi ini dianggap penting adalah karena selain materi ini merupakan pengetahuan untuk menambah perbendaharaan ilmu, materi ini juga diujikan dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN khususnya bidang SOSHUM. Selamat membaca!

Sejarah Peristiwa Revolusi Perancis

Setelah dunia berhasil melewati zaman kegelapan atau dark age di abad pertengahan dimana dunia mengalami berhentinya perkembangan ilmu pengetahuan, kesenian, dan berbagai kemajuan lainnya, setelah itu berganti dalam masa Rennaissance atau abad pencerahan, banyak sekali revolusi yang terjadi di berbagai belahan dunia. Revolusi yang terjadi seperti revolusi gereja, revolusi industri, revolusi amerika,revolusi prancis, dan lain lain. Namun yang akan kita bahas adalah Peristiwa Revolusi Amerika Serikat. Mari kita simak perjalanan Sejarah Peristiwa Revolusi Amerika Serikat.

 

Keadaan Sebelum Peristiwa Revolusi Amerika Serikat

Sebelum menyelami lebih jauh tentang Peristiwa Revolusi Amerika Serikat, kita perlu mengenal terlebih dahulu Amerika Serikat itu sendiri. Benua Amerika ditemukan oleh Columbus pada 12 Oktober 1942. Ia tiba di kepulauan Karibia, akan tetapi Columbus mengira daerah yang ia temukan adalah India.

Kemudian pada tahun 1499, Amerigo Vepucci menyadarkan bahwa daerah yang ditemukan Columbus bukanlah India, ia juga mengenalkan Amerika kepada Eropa. Banyak orang orang Eropa yang pindah ke benua baru ini. Kaum protestan dan Puritan dari Inggris beramai beramai pindah ke Amerika karena tekanan dari Gereja Anglikan. Kaum ini kemudian dikenal dengan The Pilgrimfathers. Di akhir tahun 1750, sudah terbentuk 13 koloni yang hidup di wilayah pantai barat Amerika.

Dalam perkembangannya, terjadi peristiwa Perang Tujuh Tahun di Benua Amerika. Perang ini berlangsung sejak 1756-1763. Perang ini dilaksanakan pihak Inggris dan Prancis yang memperebutkan wilayah di Amerika dan India. Akhir dari perang ini adalah inggris mendapatkan wilayah Amerika.

 

Jalannya Peristiwa Revolusi Amerika Serikat

Sekitar tahun 1765, Inggris memperlakukan sistem pajak dan bea di Amerika. Berbagai macam pajak diterapkan seperti Stamp Act (permberlakukan bea materai di setiap dokumen resmi), Sugar Act (pajak seriap impor gula ke Amerika), Townsend Act (pajak timah, cat, gelas, dan kertas), dan Tea Act. Pihak koloni kemudian menuntut perwakilan di parlemen Inggris dengan semboyan No Taxation Without Representation. Akan tetapi, tuntutan ini tidak digubris.

Selanjutnya terjadi peristiwa terkenal yaitu Boston Tea Party pada tahun 1774. Tiga kapal Inggris yang membawa teh berlabuh ke Boston, Amerika. Tetapi, Amerika harus membayar teh ini sehinga mengakibatkan kemarahan orang Amerika. Teh dari kapal ini ditumpahkan ke laut oleh orang Amerika yang menyambar sebagai suku Indian. Karena kejadian ini, Inggris marah dan mengeluarkan Coecive Act sebagai undang undang paksan terhadap koloni.

Tak berapa lama, diadakan Kongres Kontinental 1 dan 2 oleh perwakilan 13 koloni yang menghasilkan kesepakatan mendirikan asosasi kontinental untuk melawan embargo Inggirs dan membuat kerjasama militer jika terjadi Perang Kemerdekaan.

Amerika semakin siap untuk memperoleh kemerdekaan. Ditunjukkan dengan pamflet yang dibuat oleh Thomas Paine dengan judul Common Sense. Pamflet tersebut berisi pentingnya kemerdekaan. Pada 10 Mei 1776 dibentuk juga komite persiapan kemerdekaan yang dipimpin oleh Thomas Jefferson.

Sejak peristiwa Boston Tea Party, perang kemerdekaan Amerika sudah berjalan dan akhirnya berakhir dengan hasil pasukan Inggris dibawah pimpinan Jenderal Cornwallis kalah dengan kaum koloni.

Pada 4 Juli 1776, kaum koloni memproklamasikan kemerdekaan Amerika Serikat (AS) dari Inggris. Teks proklamasi disusun oleh Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, dan John Adams. Presiden pertama Amerika Serikat adalah George Washington. Dia adalah seorang panglima perang yang hebat pada masa perang kemerdekaan sebelumnya.

Walau telah merdeka sejak 1776, Inggris baru mengakui kemerdekaan Amerika Serikat beberapa tahun kemudian atau lebih tepatnya pada tanggal 3/9/1783. Pengakuan kemerdekaan itu dilakukan dengan Perjanjian Paris. Akan tetapi wilayah Kanada tetap berada di tangan Inggris.

 

Dampak Peristiwa Revolusi Amerika Serikat

Revolusi Amerika telah mengubah kehidupan penduduk di Amerika. Dari aspek politik sudah tidak terdapat pegawai Inggris di Amerika. Sistem pemerintahan masih menggunakan sistem Britain tetapi memberikan kekuasaan kepada negara-negara bagian untuk mengatur wilayahnya masing-masing.

Dari aspek sosial melalui deklarasi kemerdekaan, banyak diutarakan mengenai hak-hak kemanusiaan. Meski perbudakan dibenarkan, namun selepas kemerdekaan setiap negeri kecuali Georgia telah mengurangi dan menghentikan impor budak. Demikian juga di Amerika masih terdapat perbudakan.

Dari aspek ekonomi, Amerika menjadi bangsa yang besar dan berperan aktif dalam dunia perdagangan.

 

 

Sekian materi tentang Sejarah Peristiwa Revolusi Amerika Serikat. Kita sudah belajar bagaimana kondisi Amerika sebelum Revolusi, proses Peristiwa Revolusi Amerika Serikat, dan dampak revolusi itu sendiri. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi teman teman semua baik untuk belajar mengenai Sejarah Dunia khususnya Sejarah Peristiwa Revolusi Amerika Serikat atau bermanfaat dalam membantu teman teman untuk pengerjaan tugas tugas yang diberikan guru di sekolah. Tetaplah untuk senantiasa belajar dan belajar, karena semakin kita mencari ilmu, semakin kita sadar bahwa ada banyak hal yang tidak kita tahu. Jangan pernah melupakan sejarah dan terus belajarlah darinya, karena historia vitae magista, history make man wise. Terimakasih dan tetap semangat!

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *