Peradaban Di Romawi Kuno

Diposting pada

Peradaban di Romawi Kuno – Salam ! Kali ini kita akan belajar Sejarah Dunia khususnya Sejarah Peradaban di Romawi Kuno. Materi ini merupakan rangkaian dari materi Sejarah yang keluar pada soal SBMPTN bidang SOSHUM. Selamat membaca!

Peradaban Di Romawi Kuno

Sejarah Peradaban di Romawi Kuno dibagi ke dalam empat periodisasi, yaitu periode kerajaan, periode republik, periode kekaisaran romawi dan periode romawi timur. Mari kita simak satu persatu.

 

Peradaban di Romawi Kuno Periode Kerajaan

Berlangsung sejak tahun 750-510 SM. Pada masa kerajaan, Roma dipimpin seorang raja yang didampingi oleh senat (wakilwakil dari para suku di sekitar Roma). Pada masa itu, struktur masyarakat Roma terdiri dari dua, yaitu Patricia (warga Roma asli) dan Plebeyer (para pendatang yang kebanyakan hidup miskin). Raja Roma harus berasal dari warga Roma asli.

 

Peradaban di Romawi Kuno Periode Republik

Pada masa republik, Roma dipegang oleh 2 orang konsul yang dipilih oleh senat. Setiap konsul itu memiliki tugas masing-masing. Konsul pertama bertugas dalam masalah hukum dan ekonomi, sedangkan konsul kedua memegang urusan pertahanan. Pada masa darurat, jumlah konsul hanya satu orang yaitu seorang diktaktum.

Masyarakat Roma pada masa republik terdiri atas beberapa kelas. Kelas pertama disebut Kaum Optimar (kaum yang sangat kaya karena mempunyai wewenang untuk menarik pajak dengan batas yang mereka tentukan). Kelas kedua disebut juga Kaum Proletar yang merupakan kaum miskin. Meskipun demikian, dua golongan itu memiliki wakil di senat yaitu Sula (Optimar) dan Mar (Proletar). Kekacauan pertama terjadi di Roma ketika Marius dibunuh oleh Sula. Kekacauan itu berhasil diatasi dengan munculnya Triumvirat.  Kelas ketiga disebut Triumvirat I. Triumvirat I terdiri dari Crassus (menguasai Eropa Timur), Pompeyus (Roma dan Yunani), dan Julius Caesar (Eropa Barat). Kaum ke empat disebut Triumvitas II.  Konflik di internal Romawi, menimbulkan konflik antara Octavianus dengan Antonius. Dengan kemenangan Octavianus, bentuk pemerintaha Romawi mengalami perubahan ke bentuk Kekaisarain (31 SM – 395 M).

Pada masa ini, mulai dilakukan usaha usaha perluasan Romawi yang meliputi Prancis, Belanda, Inggris, dan Jerman. Kaum romawi memilki semboyan dalam melakukan usaha perluasannya yaitu Vini, Vidi, Vici yang artinya Datang, Lihat, Menang.

 

Peradaban di Romawi Kuno Periode Kekaisaran Romawi

Setelah Octavianus memenangkan pertempuran melawan Antonius, ia diangkat menjadi kaisar dengan gelar Kaisar Augustus. Usaha kaisar Augustus adalah perluasan Romawi (Pax Romana). Selain itu, ia juga mempertegas hukuman kepada orang yang suka keluar malam, dan memperbaiki urusan administrasi.

Pada perkembangannya, terjadi beberapa peristiwa di periode ini. Seperti pembakaran umat kristen pada tahun 37-68 SM pada saat kepemimpinan Kaisar Nero. Kemudian pada masa Kaisar Vespasianus, terjadi pembunuhan orang Yahudi dan penghancuran bangunan suci Yahudi, Haikal Sulaiman oleh Panglima Titus. Haikal Sulaiman diratakan dengan tanah dan menyisakan tembok yang kemudian dikenal dengan tembok ratapan Yahudi.

Lalu pada masa pemerintahan Hadrianus, orang Yahudi terusir ke penjuru dunia. Hadrianus mendirikan tembok perbatasan untuk menahan bangsa bar bar. Tembok ini diberi nama sesuai namanya yaitu Tembok Hadrianus.

Penerus Hadrianus adalah Marcus Aurelius. Dia adalah kaisar yang bijak namun tidak sanggup menghadapi serangan suku suku bar bar dari Jerman. Penerus Marcus Aurelius adalah anaknya yang bernama Commodus. Pada masa kepemimpinanya, Romawi mengalami masa kemudnuran. Pertunjukan Gladiator begitu marak. Commodus pun tewas di arena Gladiator.

Pada masa Diocletan sekitar tahun 284-350 SM, Romawi dibagi menjadi dua yaitu Romawi Barat dan Romawi Timur. Pada akhirnya Romawi takluk di tangah suku bar bar Visigoth dibawah pimpinan Alaric. Riwayat Romawi diterukan oleh Romawi Timur atau lebih dikenal dengan Byzantium

 

Peradaban di Romawi Kuno Periode Byzantium (Romawi Timur)

Kaisar Constantine menjadi pemimpin Byzantium yang pusatnya terletak di Konstatinopel, daerah yang saat ini dikenal sebagai Istanbul. Agama kristen menjadi agama resmi di Byzantium setelah Kaisar Constantine mengeluarkan Decrit Milano. Gereja Hagia Sophia yang masih terkenal hingga saat in dibangun oleh Kaisar Justianus II pada 565-578 SM.

Pada masa Heraklius, agama islam muncul. Kaisar Heraklius mendapat surat dari nabi Muhammad untuk memeluk islam, namun ditolak oleh kaisar. Akhirnya  terjadi pertempuran antara Byzantium dengan pasukan Rasulullah yang dikenal dengan Perang Tabuk. Wilayah Byzantium yang tersohor itu akhirnya ditaklukan oleh kekhalifahan Islam. Kota konstatinopel sendiri ditaklukan oleh Muhammad Al Fatih pada 1453.

 

Peninggalan Kebudayaan Peradaban di Romawi Kuno

Peradaban di Romawi Kuno banyak sekali memberikan peninggalan. Dalam bidang buku, terdapat Corpus luris atau Codex Yustianus, yaitu kodifikasi hukum hukum Romawi. Dalam bidang sastra, ada Aeneas karya Virgilius, Metamorphose karya Ovidus, dan lain sebagainya. Dalam bangunan Peradaban di Romawi Kuno meninggalkan Coloseum dan Amphiteater, Limes, Viaduct, dan banyak bangunan terkenal lainnya.

 

Demikian pembahasan mengenai Peradaban di Romawi Kuno. Semoga dengan membaca artikel di atas, pengetahuan teman teman bisa bertambah dan bisa membantu teman teman dalam belajar maupun dalam mengerjakan tugas. Jangan lupa tetap belajar khususnya sejarah karena ada salah kutipan yang menyatakan bahwa : Historia vitae magista, History make man wise!

 

 

 

Gambar Gravatar
Nama : Muhammad Hafidz Agraprana Tempat, Tanggal Lahir : Banjarnegara, 03 Desember 2000 Alamat : Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *