Pengertian Peribahasa Beserta Jenis-jenis, Ciri-ciri dan Contohnya

Diposting pada

Istilah peribahasa tentunya bukan suatu hal yang asing dalam benak masyarakat Indonesia, karena hal tersebut pasti dipelajari dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Jika ditanya mengenai contohnya, banyak orang mungkin bisa menjawabnya dengan benar. Namun, jika ditanya mengenai definisi atau pengertiannya, masih banyak yang belum tahu persis. Untuk itu sebelum mengenal lebih jauh, kita pahami dulu pengertiannya. Peribahasa adalah sekelompok kata yang dapat memunculkan maksud tersirat yang berbeda dari arti setiap kata yang tertulis. Dan makna dari kata peribahasa bukanlah makna sebenarnya, melainkan ada makna lain yang diungkapkan secara tidak langsung dibalik kata-kata tersebut.

 

Jenis-jenis dan Ciri-ciri Peribahasa Lengkap dengan Contohnya

Dalam bahasa Indonesia peribahasa memiliki beberapa jenis diantaranya adalah Bidal atau pameo, pepatah, perumpamaan, ungkapan, tamsil dan semboyan. Setiap jenis yang berbeda memiliki maksud dan tujuan yang berbeda pula. Contohnya Bidal digunakan untuk menyatakan sindiran, sedangkan pepatah untuk menyatakan nasihat. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya:

Pepatah

Pepatah merupakan jenis peribahasa yang memiliki konten berupa ajaran mengenai berbagai hal tentang kehidupan atau yang lainnya yang mengarahkan pada kebaikan, seperti nasihat-nasihat dan petuah. Contohnya adalah “biar lambat asal selamat” yang memiliki makna jangan terburu-buru dalam melakukan suatu hal agar tidak celaka.

Bidal/pameo

Jenis yang kedua adalah bidal atau pameo. Tujuan dari bidal atau pameo ini adalah untuk menyatakan sindiran atau ejekan pada lawan bicara. Contohnya adalah “hidup segan mati tak mau” yang memiliki makna tidak punya keberanian dalam menghadapi masalah.

Perumpamaan

Jika bidal atau pepatah menggunakan kata-kata sehari-hari yang mudah dimengerti dengan sekali dengar, jenis peribahasa ini menggunakan perbandingan alam sekitar untuk mengungkapkan kelakuan atau kondisi dan keadaan seseorang. Contohnya adalah” bagai pinang dibelah dua” yang artinya sama persis. Antara perumpamaan dengan maknanya sangat berbeda untuk itu tidak bisa diartikan perkata.

Tamsil/ibarat

Tamsil/ibarat merupakan kiasan yang kebanyakan menggunakan kata-kata ibarat. Tujuan tamsil/ibarat ini adalah untuk membandingkan suatu hal. Contohnya adalah “ menang jadi arang, kalah jadi abu”

Ungkapan dan semboyan

Ungkapan biasanya hanya memiliki dua rangkaian kata , contohnya “kepala dingin”, “kabar angin”, “darah biru”, dan lain sebagainya. Sedangkan semboyan sekumpulan kata atau kalimat yang memiliki makna tertentu dan dijadikan sebagai keyakinan. Contohnya “rajin pangkal pandai”, yang artinya adalah orang yang rajin maka ia akan menjadi pandai.

 

Setelah mengetahui jenis-jenisnya, hal penting lain yang perlu diketahui adalah ciri-cirinya. Terdapat beberapa ciri khusus yang membedakan antara peribahasa dengan kalimat biasa. Berikut adalah ciri-cirinya:

 

–        Tatanan atau susunan kebahasaannya tidak dapat diganti seenaknya.

–        Kata-kata yang tertulis tidak mengungkapkan makna yang sebenarnya karena maknanya tersirat.

–        Memiliki satuan bahasa yang indah dan padat, dan menyebar secara turun temurun.

–        Memiliki rangkaian kata-kata yang enak didengar dan memiliki makna tertentu.

–        Menggunakan kata-kata perbandingan untuk mengungkapkan berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat umum.

 

Peribahasa menjadi hal yang penting dalam tatanan kebahasaan bahasa Indonesia karena dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Penggunaannya banyak ditemukan dalam ungkapan berbagai karya sastra seperti novel, cerpen, drama dan lain-lain, atau banyak pula digunakan dalam bahasa sehari-hari. Penggunaan kata-kata kiasan juga biasanya dimaksudkan untuk memperhalus ungkapan yang bersifat menyindir perbuatan seseorang karena menggunakan rangkaian kata yang indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *