Pengertian Pantun Jenaka Beserta Ciri-ciri dan Contohnya

Diposting pada

Jika Anda pernah belajar tentang karya sastra Indonesia tentunya Anda tak akan asing lagi dengan yang namanya pantun. Kebanyakan orang-orang mengenal bahwa pantun adalah kata-kata yang berirama dan digunakan sebagai bahan candaan atau menghibur orang. Padahal fungsi pantun sangat banyak, bukan hanya untuk menghibur saja, tapi ada juga yang digunakan untuk menyampaikan nasihat dan petuah tentang berbagai hal. Dalam pembahasan ini, jenis pantun yang akan dibahas adalah pantun jenaka. Namun sebelumnya, perlu diketahui terlebih dahulu definisi atau pengertian pantun itu sendiri adalah jenis puisi lama yang disusun terdiri dari 4 baris. Dua baris untuk sampiran, dan 2 barisnya lagi untuk menyampaikan makna atau isinya.

Pengertian Pantun Jenaka, Jenis-jenis, Ciri-ciri dan Contoh-contohnya

Pengertian pantun jenaka adalah jenis pantun yang memiliki konten lucu dan menarik. Tujuan dari pantun jenaka ini adalah untuk menghibur pembaca atau pendengarnya. Pantun jenis ini kebanyakan digunakan dalam penampilan-penampilan secara langsung seperti opera, drama, teater dan lain sebagainya. Namun, banyak juga karya sastra tulis yang menggunakan selipan-selipan pantun untuk menghibur pembacanya. Setelah mengetahui pengertiannya, berikut adalah ciri-ciri beserta contohnya:

– Ciri-ciri pantun jenaka
Ciri-ciri umum dari pantun jenaka ini pada dasarnya sama dengan ciri-ciri pada pantun lainnya yaitu memiliki 4 baris. 2 baris awal berisi sampiran, dan 2 baris berikutnya menjelaskan isi. Selain itu memiliki rima a-b-a-b di setiap baitnya.

– Jenis-jenis pantun jenaka dan contohnya
Pantun jenaka memiliki beberapa jenis, seperti pantun jenaka cinta, pantun jenaka sindiran, pantun jenaka berbalas, dan pantun jenaka lucu. Berikut adalah penjelasannya:

1. Pantun jenaka cinta

Pantun jenaka cinta biasanya diungkapkan untuk mengungkapkan perasaan kepada seseorang yang dicintai atau disayangi. Contohnya adalah :

“Anak bangsawan menjahit tabir”
“Sulam di tepi siku keluang”
“Benci tuan Cuma di bibir”
“Dalam hati membara sayang”

2. Pantun jenaka sindiran

Pantun jenaka sindiran merupakan pantun yang ditujukan untuk menyindir seseorang dengan kemasan bahasa yang enak didengar dan menarik. Contohnya:

“Aneka warna awan di langit”
“Alam indah bak lukisan”
“Harapan cinta dari si genit”
“Istri di rumah dilupakan”

Secara sekilas, memang pantun tersebut terkesan seperti candaan. Namun sebetulnya pantun tersebut juga bisa digunakan sebagai sindiran untuk laki-laki yang masih suka genit pada wanita lain meski sudah menikah.

3. Pantun jenaka berbalas

Pantun jenaka berbalas biasanya banyak digunakan dalam acara-acara komedi untuk mencairkan suasana agar menjadi lebih ramai dan hangat. Contohnya adalah”
“pergi ke pasar membeli ikan”
“beli ikan nila dan gurami”
“Sebelum pantun kami sampaikan”
“jawab dulu salam kami”

4. Pantun jenaka lucu

Jenis lain dari pantun jenaka adalah pantun jenaka lucu yang bertujuan hanya untuk menghibur tanpa ada maksud lain. Penyampaian jenis pantun ini biasnaya digunakan dalam acara-acara hiburan untuk mencairkan suasana. Contohnya adalah:

“burung perkutut”
“burung kutilang”
“kau berkentut”
“tidak bilang-bilang”

Jenis-jenis pantun sangat banyak dan beragam, setiap jenis yang berbeda tentu akan memiliki fungsi yang berbeda pula. Meski sama-sama disebut sebagai pantun dan memiliki struktur yang sama, fungsi pantun jenaka tentu akan berbeda dengan fungsi pantun nasihat. Yang membedakan pantun nasihat dengan jenaka adalah dari segi kontennya. Karena pantun nasihat hanya akan berisi tentang petuah-petuah kepada orang-orang untuk melakukan kebaikan, sedangkan jenaka kontennya berisi hal-hal lucu karena ditujukan untuk menghibur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *