Pengertian, Fungsi dan Macam-macam Konjungsi Lengkap dengan Contohnya

Diposting pada

Konjungsi atau sering disebut sebagai kata sambung merupakan elemen yang sangat penting dalam struktur kalimat bahasa Indonesia. pengertian dari kata sambung itu sendiri adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kata, antar kalimat, dan ungkapan-ungkapan yang memiliki relasi satu sama lain. Keberadaan kata sambung dalam kalimat bukan untuk  menerangkan kata atau memiliki hubungan dengan objek kalimat. Fungsinya hanyalah untuk menghubungkan kata atau kalimat saja, tidak ada makna lain lagi. Dengan kata sambung Anda bisa menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa, dan paragraf dengan paragraf.

 

Macam-macam Konjungsi dan Contoh Penggunaannya

Untuk dapat menggunakan konjungsi dengan efektif dalam suatu kalimat, Anda perlu tahu terlebih dahulu apa saja jenis-jenis kata sambung dan bagaimana penggunaannya yang benar. Karena jika penempatan kata sambung ini tidak digunakan dengan benar maka arti kalimatnya akan menjadi membingungkan pembacanya. Berikut adalah macam-macam kata sambung yang sering digunakan dalam kalimat:

Kata penghubung “dengan”

Kata penghubung “dengan” ini biasa digunakan untuk menghubungkan kata benda dengan kata benda contohnya “dia dengan temannya sudah tiba di pesta pernikahan”. Atau menghubungkan kata kerja dengan kata benda contohnya “dia memotong kuku dengan gunting kuku”, atau menghubungkan kata kerja dengan kata sifat, contohnya “Ayah bekerja dengan sangat rajin”.

Kata penghubung “atau”

Kata penghubung “atau” digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat yang bermakna suatu pilihan atau pengganti. Contohnya adalah “Rani akan mengunjungi ayahnya sendiri atau dengan adiknya besok”.  Itu adalah contoh kata sambung yang menghubungkan kalimat dengan klausa. Sedangkan contoh dua kata benda atau frase yang menggunakan “atau” adalah “sarjana arsitek atau sarjana teknik sama-sama memiliki kedudukan yang penting dalam pembangunan”.

Kata penghubung “dan”

Kata penghubung ini biasa digunakan untuk menghubungkan gabungan biasa dan sudah lumrah digunakan. Biasanya kata penghubung “dan” digunakan untuk menggabungkan kata, frasa, atau kalimat yang bersifat setara kedudukannya. Contoh gabungan dua kata kerja yang menggunakan konjungsi “dan” adalah “Setiap sore ibu selalu menyiram dan menyapu halaman rumah depan”. Sedangkan contoh dua klausa yang menggunakan kata penghubung “dan” adalah “Saya mau main biola dan adik saya bermain gitar”.

Kata penghubung “tetapi”

Kata penghubung “tetapi” digunakan untuk menggabungkan kata, frasa, atau kalimat yang memiliki maksud bertentangan. Contohnya “Rani adalah anak yang pintar tetapi malas” dalam contoh kalimat tersebut terdapat dua kata sifat yang saling bertentangan yaitu “malas dan pintar”. Sedangkan contoh klausa yang menggunakan kata sambung “tetapi” adalah “rumah itu memang indah dan mewah, tetapi halamannya selalu kotor”. Selain “tetapi”, kata sambung lain yang fungsinya untuk mempertentangkan adalah “namun” dan “sedangkan”.

Kata penghubung “apalagi”

Konjungsi “apalagi” berfungsi untuk menyatakan penggabungan yang untuk menguatkan. Contohnya adalah “ Jalanan di kota-kota besar seperti Jakarta sering macet, apalagi saat jam-jam kerja.

Kata penghubung “hanya”

Kata penghubung “hanya” digunakan untuk menyatakan dua klausa yang memiliki makna menggabungkan tapi mengecualikan. Contoh penggunaannya adalah “semua orang di pesta sangat bergembira, hanya dia yang merasa sedih”.

 

Mengetahui jenis-jenis konjungsi dan cara penggunaannya sangat penting diketahui untuk membuat sebuah kalimat menjadi efektif dan bisa dipahami. Penggunaan kata penghubung juga sangat penting karena digunakan dalam menyusun kalimat dalam karya tertulis atau untuk penggunaan bahasa sehari-hari untuk berkomunikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *