Pengertian, Ciri-ciri & Contoh Majas Ironi Bahasa Indonesia

Diposting pada

Majas yaitu kata-kata yang berisi makna kias digunakan penulis untuk menambah efek pada tulisan. Dalam kategori majas, tipe ironi menjelaskan makna berlawanan yang berfungsi untuk melempar kata-kata sindiran. Majas yang digunakan dalam bahasa Indonesia bermacam-macam, oleh karena itu setiap jenisnya memiliki ciri yang berbeda. Biasanya kata kiasan ini digunakan dalam karya sastra, tujuannya jelas untuk menarik lebih banyak pembaca. Beberapa contoh majas ironi ditampilkan dalam bentuk bahasa yang lebih halus untuk menyindir seseorang.

 

Kriteria dan Contoh Majas Ironi yang Menarik

Kiasan bahasa yang lebih halus memang serasi dengan kebudayaan Indonesia yang arif. Apabila Anda perlu mengungkapkan kekesalan kepada seseorang tidak perlu bersusah payah dengan mengadu kekuatan fisik ataupun mengeluarkan kata-kata yang kejam. Salah satu solusinya adalah dengan memperhalus bahasa yang digunakan, Anda dapat belajar merangkai kata kias dari contoh majas ironiyang diajarkan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.

 

Penggunaan majas memang mempunyai daya tarik tersendiri untuk karya tulis seperti puisi. Jika orang yang disindir mengerti, lontaran kata-kata bermajas ironi tetap saja memberikan efek menyakitkan. Cirinya adalah kata-kata yang digunakan seolah seperti pujian yang amat sangat menyanjung. Tetapi, arti sesungguhnya adalah makna sebaliknya sehingga cukup efektif untuk dijadikan sebagai teguran halus. Apakah ada ciri penggunaan lainnya dari majas ironi? Simak poin penjelasannya berikut.

 

1.    Mengganti kata mengejek menjadi pujian

            Pilihan kata yang sangat umum digunakan untuk memberi sindiran adalah dengan menyisipkan kata pujian. Namun, makna kalimat menjadi berbeda karena konteks kalimatnya memberikan arti yang bertentangan. Bisa dikatakan penggunaan majas ironi cukup sering digunakan untuk membuat seseorang menjadi sadar akan kesalahan dirinya.

 

2.    Dikatakan dengan sengaja

            Orang yang menggunakan contoh majas ironi biasanya memang berniat untuk mengucapkannya ketika orang yang ditargetkan datang. Reaksi seseorang setelah mendengar kata kiasan tersebut tentu saja berbeda, tidak semuanya menanggapi dengan emosi berlebihan.

 

3.    Penuturan bahasa lebih halus

            Kata-kata yang digunakan cenderung lebih sopan dibandingkan lontaran kata kebencian yang frontal. Pilihan kata bervariasi bergantung pada orang yang ingin menggunakannya. Semakin banyak pembendaharaan kata yang dimiliki akan lebih mudah merangkai kalimatnya.

 

Agar lebih memahami kegunaannya, Anda perlu melihat contoh majas ironi yang menarik. Kadang-kadang kata kiasan tersebut bisa digunakan sebagai senjata untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang suka sekali melempar sindiran. Umumnya terdiri dari dua bagian kalimat yang bertolak belakang. Kalimat pertama berisi pujian yang dilanjutkan ke kalimat kedua yang memberikan situasi sebaliknya. Berikut ini adalah contoh-contohnya.

 

Bahasa yang dia gunakan sangat sopan, menggambarkan orang yang tidak pernah mencicipi

bangku sekolahan.

Arti sebenarnya yang ingin disampaikan yaitu tutur bahasanya benar-benar tidak sopan.

Bentuk tulisannya sangat indah, apakah ini pertama kalinya dia menulis?.

Makna sesungguhnya mengatakan jika tulisan orang tersebut tidak bagus sama sekali.

Betapa bahagianya orang itu,

mempunyai pasangan yang menyusahkan setiap hari.

 

Contoh majas ironi lainnya

  • Sopan sekali perkataanmu, hingga aku malu sendiri mendengarnya.
  • Dia adalah orang yang sangat bersih, hingga dikamarnya berserakan sampah.
  • Baik sekali orang itu, hingga semua orang membencinya.
  • Buah ini manis sekali, hingga aku tak mau makan lagi.
  • Banyak sekali bantuan yang kamu berikan, hingga tidak terasa telah kamu bantu.
  • Rajin sekali orang itu, hingga satupun tugas tidak ada yang terselesaikan.
  • Baik sekali guru itu, hingga semua siswa takut padanya.
  • Sopan sekali anak itu, sampai-sampai orang tuanya pun ia bentak.
  • Sangat modis sekali gayamu, hingga ditertawakan banyak orang.
  • Cantik sekali dandananmu itu, semua orang tertawa melihat penampilanmu.
  • Terimakasih telah memberikan kesempatan pada orang hina seperti saya.

 

Tingkat kehalusan kata-kata bisa Anda tentukan sendiri. Walaupun sebenarnya majas adalah bagian dari karya sastra tapi percakapan sehari-hari sering memakainya untuk alasan-alasan tertentu. Meskipun terbilang lebih halus dari segi kata, sebaiknya Anda tidak terlalu sering melontarkan kata-kata seperti contoh majas ironi di atas karena beberapa orang cenderung tidak menyukai sindiran yang terus menerus. Apabila tidak menyukai beberapa hal yang ada pada diri seseorang, berikan saja tanggapan yang lebih baik dengan kritik yang membangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *