Penerapan Koloid Dalam Kehidupan Sehari – Hari

Diposting pada

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan Sehari – Hari – Salam ! Kali ini Kumpulan Contoh Teks  akan membahas materi kimia mengenai Penerapan Koloid Dalam Kehidupan Sehari – Hari. Koloid merupakan hal yang setiap hari kita jumpai tanpa kita sadari. Koloid adalah campuran yang terlihat homogen, tetapi pada dasarnya mereka dapat dipisahkan.

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan

Banyak sekali penerapan koloid dalam kehidupan sehari – hari yang tidak kita sadari. Penerapan tersebut tentu sangat mendatangkan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Sebelum kita mengulas lebih lanjut mengenai penerapan koloid, mari kita ingat sedikit materi mengenai koloid.

 

Pengertian Koloid, dan Tipe Koloid

Koloid adalah campuran yang tampak mata terlihat homogen, tetapi pada kenyataanya mereka dapat dibedakan atau dipisahkan. Zat pada campuran tersebut terdiri dari dua zat (atau lebih) di mana partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ada empat tipe koloid yaitu sol, aerosol, emulsi, dan busa.

Sol adalah sistem koloid dengan fase terdispersi padat dalam medium pendispersi berwujud cair atau padat. Aerosol adalah sistem koloid dengan fase terdispersi padat atau cair dalam medium pendispersi gas. Emulsi terdiri dari emulsi cair dan emulsi padat. Sedangkan busa merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair atau padat. Busa disebut juga buih.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 1 (Pembuatan Karet)

Getah karet merupakan koloid tipe sol yaitu disperse koloid fase padat dalam cairan.Partikel karet alam terdispersi sebagai partikel koloid dalam sol getah karet. Karet memiliki rumus kimia yaitu (C5H8)x.

Karet dibuat dengan cara mengkoagulasikan getah karet dengan asam formiat (HCOOH) atau asam asetat (CH3COOH). Karet akan menggumpal dan terpisah dari medium terdispersinya. Gumpalan karet tersebut kemudian digiling dan dicuci, lalu diproses lebih lanjut menjadi lembaran.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 2 (Industri Cat)

Cat merupakan koloid yang bertipe sol cair. Dalam pembuatan cat, partikel padat didispersikan dalam suatu pelarut berwujud cair. Partikel ini berupa zat warna, oksida logam, bahan penstabil, bahan pengawet, pencemerlang, dan zat pereduksi yang dihaluskan sehingga terbentuklah cat yang berukuran koloid. Agar kestabilan bahan – bahan tersebut tetap terjaga atau tidak mengendap, ke dalam cat ditambah zat yaitu emulgator.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 3 (Pewarnaan Kain)

Penerapan selanjutnya adalah mengenai pewarnaan kain. Kain merupakan hal yang setiap hari pasti kita temui. Tetapi bagaimana kain bisa berwarna ? Kain diwarnai dengan cara pencelupan. Kain yang akan dicelup terlebih dahulu dicampurkan dengan garal Al2(SO4)3. Ketika dicelupkan, akan dihasilkan koloid Al(OH)3 sehingga kain akan lebih mudah menyerap warna.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 4 (Bidang Makanan)

Penerapan koloid dalam kehidupan berikutnya adalah pada bidang makanan. Makanan yang kita konsumsi sehari – hari banyak yang bertipe koloid. Susu dan santan merupakan sistem koloid bertipe emulsi lemak dalam air.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 5 (Pembuatan Kosmetik)

Bahan – bahan kosmetik yang sering kita gunakan hampir seluruhnya dibuat dalam bentuk koloid. Karena koloid memiliki kelebihan tersendiri untuk bahan kosmetik. Diantaranya mudah dibersihkan, tidak merusak kulit dan rambut, dan mudah menyerap berbagai bahan yang berfungsi sebagai pewangi, pelembut, dan pewarna.

Beberapa tipe koloid yang digunakan dalam pembuatan kosmetik adalah sebagai berikut.

  • Sol padat, contohnya lipstick dan pensil alis.
  • Buih, contohnya sabun cukur.
  • Emulsi, contohnya pembersih wajah.
  • Aerosol cair, contohnya hair spray, parfun semprot, dan penyegar mulut berbentuk semprot.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 6 (Bidang Farmasi)

Penerapan koloid dalam kehidupan berikutnya adalah pada bidang farmasi. Di bidang farmasi, koloid diterapkan saat mengobati sakit perut akibat bakteri pathogen dengan norit. Sakit perut disebabkan karena adanya gas dalam perut, atau bakteri dalam perut yang menghasilkan racun. Norit yang terbuat dari karbon aktif akan membentuk sistem koloid dalam pencernaan. Koloid yang terbentuk tersebut akan mengadsorpsi gas atau racun sehingga konsentrasinya berkurang.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 7 (Penjernihan Air)

Air dari PDAM mengandung partikel koloid yang bermuatan negatif. Partikel tersebut dapat dipisahkan menggunakan tawas dengan cara menambahkannya. Ion Al3+ pada tawas akan terhidrolisis menghasilkan partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif. Berikut adalah reaksinya.

Al3+ + 3H2\to Al(OH)3 + 3H+

Senyawa Al(OH)3 akan menetralkan muatan negatif dari partikel koloid dalam air keran dan menggumpalkannya. Selanjutnya, partikel tersebut akan mengendap karena pengaruh gaya gravitasi.

 

Penerapan Koloid Dalam Kehidupan 8 (Pemutihan Gula)

Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Gula dilarutkan dalam air dan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatome atau karbon. Partikel koloid tersebut akan mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula menjadi berwarna putih.

 

Koloid merupakan cabang ilmu yang patut kita pelajari dan kita syukuri. Banyak sekali penerapan koloid dalam kehidupan kita. Penerapan tersebut merupakan penerapan yang jarang disadari oleh sebagian orang.

Cukup sekian pembahasan mengenai penerapan koloid dalam kehidupan sehari – hari. Di lain kesempatan, kita akan membahas materi lainnya. Mari kita junjung tinggi kuatnya ilmu. Ilmu yang telah mendasari semua hal di dunia ini. Sekian, selamat berlatih ! Sukses selalu !

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *