Organ Ekskresi Pada Manusia Dan Gangguannya

Diposting pada

Organ Ekskresi Pada Manusia – Salam! Kali ini Kumpulan Contoh Teks akan membahas materi biologi mengenai Organ Ekskresi Pada Manusia dan  Gangguannya. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai organ ekskresi pada manusia, sebaiknya kita mengetahui apa itu ekskresi dan perbedaan antara ekskresi dengan sekresi.

Organ Ekskresi Pada Manusia

Ekskresi merupakan proses pengeluaran sisa metabolisme yang bersifat racun dan harus dibuang dari dalam tubuh. Berbeda dengan ekskresi, sekresi memiliki arti proses pengeluaran enzim, hormon, atau zat lain dari dalam tubuh dimana zat tersebut masih bisa dimanfaatkan. Ekskresi pada manusia dilakukan oleh berbagai organ. Berikut uraian mengenai Organ Ekskresi Pada Manusia dan Gangguannya :

          Organ Ekskresi Pada Ginjal Manusia 1

Ginjal merupakan salah satu organ ekskresi pada manusia. Pada umumnya, manusia memiliki sepasang ginjal dengan ukuran yang bervariasi, bergantung pada umur dan jenis kelamin. Ginjal merupakan organ ekskresi pada manusia yang sangat penting, karena berfungsi sebagai tempat penyaringan darah dari zat yang tidak berguna, dimana zat tersebut kemudian dikeluarkan dalam bentuk urin. Ginjal memiliki bagian-bagian dengan fungsinya masing-masing, yaitu :

  1. Badan Malphigi, terdiri dari glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus berfungsi sebagai tempat menyaring darah (filtrasi), sedangkan kapsul Bowman berfungsi untuk melindungi glomerulus.
  2. Korteks, merupakan bagian dari ginjal yang terdiri dari jutaan nefron. Nefron tersebut tersusun atas glomerulus, kapsul bowman, dan saluran-saluran.
  3. Pelvis renalis (rongga ginjal), berfungsi sebagai tempat penampungan urin untuk selanjutnya dialirkan ke ureter.
  4. Ureter, adalah saluran yang membawa urin dari ginjal ke vesica urinaria.
  5. Vesica urineria/kandung kemih, adalah tempat ditampungnya urin sebelum keluar dari tubuh.
  6. Uretra, adalah saluran untuk pembuangan urin dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.
  7. Lengkung Henle, merupakan penghubung antara tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal yang berfungsi untuk mengatur tingkat osmotik darah dan hipotonik/hipertonik urin.

Ginjal adalah Organ Ekskresi Pada Manusia yang digunakan untuk tempat pembuatan urin. Nah, di bagian manakah urin tersebut dibuat? Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan tempat, bahan, dan hasil pembuatan urin :

 

TahapTempatBahanHasil
Filtrasi (penyaringan)Badan MalphigiDarahUrin primer
Reabsorbsi (penyerapan kembali)Tubulus kontortus  proksimalUrin primerUrin sekunder
Augmentasi (pengumpulan)Tubulus kontortus distalUrin sekunderUrin yang sesungguhnya

 

Setelah terbentuk urin yang sesungguhnya, urin tersebut ditampung dalam duktus kolektivus, lalu dibawa menuju pelvis, dialirkan melalui ureter ke kandung kemih. Setelah itu, urin dibuang melalui uretra.

          Organ Ekskresi Pada Hati Manusia

Hati merupakan Organ Ekskresi Pada Manusia yang berperan dalam membantu fungsi ginjal. Hati dapat membantu ginjal membentuk ureum dengan cara memecah senyawa yang sifatnya beracun. Selain itu, hati juga dapat menghasilkan ammonia, urea, dan asam urat. Di dalam hati, terdapat proses detoksifikasi atau proses pemecahan senyawa racun oleh hati.

          Organ Ekskresi Pada Kulit Manusia

Organ Ekskresi Pada Manusia berikutnya yaitu kulit. Mengapa kulit digolongkan sebagai Organ Ekskresi Pada Manusia? Hal ini dikarenakan kulit turut berperan dalam mengekskresikan zat sisa metabolisme berupa air dan garam mineral dalam bentuk keringat. Struktur kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu :

  1. Kulit ari (epidermis)

Kulit ari adalah lapisan kulit paling luar, berfungsi sebagai penerima rangsang, terdiri atas :

  • Lapisan tanduk, yaitu lapisan terluar dari epidermis yang tersusun atas sel-sel mati. Sel-sel tersebut mudah mengelupas.
  • Lapisan malphigi, terletak di bawah lapisan tanduk dan tersusun atas sel-sel hidup.
  1. Kulit jangat (dermis)

Pada kulit jangat ada beberapa jaringan, diantaranya kelenjar keringat (grandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebasea), pembuluh darah, dan ujung-ujung saraf indra.

  1. Jaringan pengikat bawah kulit (subkutan)

Jaringan ini banyak mengandung lemak sebagai cadangan makanan, berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

          Organ Ekskresi Pada Paru-Paru Manusia

          Paru-paru dapat mengeluarkan sisa metabolisme berupa karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O). Oleh karena itu, paru-paru termasuk dalam Organ Ekskresi Pada Manusia. Ketika manusia bernapas, manusia mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.  Pada proses tersebut, sistem organ pernapasan dan sistem organ ekskresi pada manusia bekerja bersamaan. Dari paru-paru,  darah mengangkut karbon dioksida dan uap air menuju jantung. Lalu, darah tersebut dibawa kembali ke paru-paru. Kemudian, melalui saluran pernapasan, zat sisa metabolisme dalam darah tersebut dikeluarkan dari tubuh.

          Gangguan Organ Ekskresi Pada Manusia

Sistem ekskresi dapat terganggu apabila ada satu atau lebih Organ Ekskresi Pada Manusia tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Gangguan organ ekskresi dapat menyerang ginjal, kulit, paru-paru, maupun hati. Berikut adalah uraian mengenai gangguan Organ Ekskresi Pada Manusia :

  1. Diabetes mellitus, sering disebut juga kencing manis, merupakan suatu gangguan dimana urin yang dibuang mengandung glukosa. Penyebab gangguan Organ Ekskresi Pada Manusia ini yaitu karena tubuh manusia kekurangan hormon insulin.
  2. Diabetes insipidus, merupakan gangguan dimana jumlah urin yang dibuang terlalu banyak. Hal ini disebabkan karena rusaknya tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus. Selain itu, gangguan ini juga dapat disebabkan oleh kurangnya hormone ADH (antidiuretic hormone) dalam tubuh manusia.
  3. Batu ginjal merupakan gangguan Organ Ekskresi Pada Manusia. Gangguan ini bukan berarti ada batu di ginjal, tetapi terjadu penumpukan endapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Pengendapan ini menyumbat saluran urin.
  4. Nefritis, merupakan suatu keadaan dimana terjadi peradangan nefron yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Streptococcus sp.
  5. Gagal ginjal atau sering disebut juga anuria adalah gangguan ginjal dimana ginjal mengalami kegagalan dalam memproduksi urin.

Sekian artikel mengenai Organ Ekskresi Pada Manusia dan Gangguannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari ilmu biologi. Selamat belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *