Menyusun Naskah Drama Beserta Penjelasannya

Diposting pada

Salam ! Pada kesempatan kali ini Kumpulan Contoh Teks  akan  membahas materi Bahasa Indonesia. Yang akan kita pelajari kali ini adalah Menyusun Naskah Drama. Pernahkah kalian mementaskan drama? Sebelum mementaskan drama, kita perlu menyusun naskah drama. Dalam menyusun naskah drama ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Mari kita pelajari hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun naskah drama.

Menyusun Naskah Drama

Pengertian Drama

Menurut etimologi, kata drama berasal dari bahasa Yunani dramyang berarti gerak. Drama adalah kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung, disajikan dalam bentuk dialog dan gerakan berdasarkan naskah, di dukung tata panggung, tata lampu, tata musik, tata rias, dan tata busana.

Ciri – Ciri Naskah Drama

  1. Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik untuk tokoh maupun narator.
  2. Dialog dalam naskah drama tidak menggunakan tanda petik (“…”). Dialog dalam naskah drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama tidak menggunakan tanda petik.
  3. Naskah drama dilengkapi sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau dapat juga menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf pada dialog.
  4. Petunjuk dalam naskah drama terletak di atas dialog atau di samping kiri dan kanan dialog.

Struktur Naksah Drama

            Naskah drama tersusun atas bagian – bagian sistematis yang disebut struktur. Struktur naskah drama yakni :

  • Prolog, yaitu kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog sering berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh – tokoh, serta berbagai konflik yang akan terjadi di panggung.
  • Dialog, yaitu percakapan para pemain. Dialog terdiri atas tiga bagian :
  1. Orientasi, adalah tahap perkenalan atau pelukisan awal cerita.
  2. Konflik atau Komplikasi, adalah bagian tengah cerita yang memaparkan para pemin drama terlibat persoalan pokok.
  3. Resolusi atau Denouement, adalah tahap suatu konflik mereda atau menurun.
  • Epilog, yaitu kata penutup yang mengakhiri pementasan. Epilog sering berisi kesimpulan atau ajaran yang diambil dari tontonan drama.

Unsur – Unsur Drama

  1. Tokoh dan penokohan

Tokoh adalah individu atau seseorang yang menjadi pelaku cerita. Sedangkan, penokohan atau perwatakan adalah penggambaran sifat batin seseorang tokoh yang disajikan dalam cerita. Watak para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi, yaitu :

  1. Keadaan fisik
  2. Keadaan psikis
  3. Keadaan sosiologis

2. Tema

Tema merupakan gagasan pokok atau ide yang mendasari pembuatan sebuah drama. Tema jarang disampaikan secara tersirat. Tema akan dikembangkan melalui alur dramatik dalam plot. Umumnya tema dalam drama dapat ditemukan dalam dialog – dialog yang diucapkan tokoh.

  1. Setting atau Latar

Latar meliputi tiga dimensi, yaitu :

-Latar tempat

Latar tempat adalah tempat terjadinya cerita dalam drama.

-Latar waktu

Latar waktu adalah waktu/zaman/periode sejarah terjadinya cerita dalam drama.

-Latar Suasana

Latar suasana adalah suasana yang mendukung terjadinya cerita.

  1. Dialog ( Percakapan )

Ciri khas naskah drama berbentuk percakapan atau dialog. Unsur yang berkaitan dengan dialog dalam naskah drama sebagai berikut.

  1. Dialog mencerminkan kehidupan sehari – hari.
  2. Ragam bahasa yang digunakan adalah bahasa lisan yang komunikatif.
  3. Diksi (pilihan kata) yang digunakan dalam drama berhubungan dengan konflik dan plot.
  4. Dialog naskah drama bersifat estetis, artinya mudah dimengerti dan dipahami.
  5. Dialog dapat mewakili watak tokoh yang dibawakan.

5. Konflik

Konflik adalah pertentangan antarmasalah dalam drama. Konflik dibedaan menjadi dua, yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi anatara tokoh dengan sesuatu di luar dirinya.

  1. Alur cerita

Alur cerita adalah tahapan cerita dalam drama. Alur cerita diurutkan sebagai berikut.

  1. Pengenalan
  2. Pertikaian awal atau komplikasi
  3. Klimaks atau titik puncak cerita
  4. Peleraian
  5. Penyelesaian konflik

6. Pesan atau amanat

Amanat merupakan pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Amanat bersifat kias, subjektif, dan umum.

 

Pengelompokan Tokoh Dalam Menyusun Naskah Drama

Sebelum menyusun naskah drama, perlu kita ketahui bahwa tokoh dalam drama dikelompokan sebagai berikut.

  1. Berdasarkan sifat
  2. Tokoh protagonis adalah tokoh utama yang mendukung cerita
  3. Tokoh antagonis adalah tokoh penentang cerita dan menentang tokoh utama.
  4. Tokoh tritagonis adalah tokoh pembantu, baik pembantu untuk tokoh protagonis maupun tambahan dalam mata rantai cerita.
  5. Berdasarkan peranannya
  6. Tokoh sentral adalah tokoh – tokoh paling menentukan dalam drama.
  7. Tokoh utama adalah tokoh pendukung atau penentang tokoh sentral, bisa juga menjadi tokoh penengah.
  8. Tokoh pembantu adalah tokoh – tokoh yang memegang peran pelengkap atau tambahan dalam mata rantai cerita.

Pengelompokan Tema Dalam Menyusun Naskah Drama

Dalam menyusun naskah drama, kita harus menentukan tema terlebih dahulu. Berdasarkan keluasan, tema dikelompokan sebagai berikut.

  1. Tema utama merupakan tema yang secara keseluruhan menjadi landasan atau dasar lakon drama.
  2. Tema tambahan merupakan tema – tema lain yang terdapat dalam drama. Tema yang mendukung tema utama.

Ciri Kebahasaan Naskah Drama

Dalam menyusun naskah drama, ada ciri kebahasaan yang perlu diperhatikan.

  1. Naskah drama menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog dan epilognya.
  2. Naskah drama menggunakan kata – kata sapaan dan kata ganti orang pertama serta kedua pada bagian dialognya.
  3. Naskah drama menggunakan kosakata sehari – hari dan kadang – kadang tidak baku.
  4. Naskah drama kadang – kadang menggunakan kata seruan, perintah, dan pertanyaan.
  5. Naskah drama menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu ( konjungsi kronologis)
  6. Naskah drama menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi.
  7. Naskah drama menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh.
  8. Naskah drama menggunakan kata – kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana.

Demikianlah artikel mengenai menyusun naskah drama beserta penjelasannya. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu teman – teman dalam belajar. Selamat Belajar!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *