Komponen Sistem Penginderaan Jauh dan Penjelasannya

Diposting pada

Komponen Sistem Penginderaan Jauh dan Penjelasannya – Salam! Kali ini Kumpulan Contoh Teks akan membahas materi geografi mengenai komponen sistem penginderaan jauh. Menurut Lillesand dan Keifer, penginderaan jauh atau inderaja adalah ilmu atau seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, daerah, atau gejala dengan jalan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek atau gejala tau daerah yang dikaji. Terdapat berbagai komponen sistem penginderaan jauh. Berikut adalah penjelasan mengenai komponen sistem penginderaan jauh :

Komponen Sistem Penginderaan Jauh

            Komponen Sistem Penginderaan Jauh 1 (Sumber Tenaga)

            Sumber tenaga dalam proses penginderaan jauh dibagi menjadi dua, yaitu sistem pasif dan sistem aktif. Sistem pasif merupakan sistem yang menggunakan sumber cahaya alami, berupa cahaya matahari, sedangkan sistem pasif merupakan sistem yang menggunakan sumber tenaga buatan, seperti lampu blitz dan gelombang mikro.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi jumlah tenaga yang diterima oleh objek, diantaranya sebagai berikut :

  • Waktu perekaman. Apabila sumber tenaga menggunakan sistem pasif, waktu perekaman sangat mempengaruhi jumlah tenaga yang diterima. Waktu perekaman siang hari saat matahari berada pada posisi tegak lurus akan membuat tenaga yang diterima objek lebih besar. Sebaliknya, jika waktu perekaman pada sore hari saat matahari berada pada posisi miring, maka tenaga yang diterima sedikit.
  • Kondisi cuaca. Kondisi cuaca mempengaruhi jumlah tenaga yang diterima. Ketika cuaca berkabut dan mendung, maka hasil inderaja atau penginderaan jauh akan tidak jelas.
  • Bentuk relief permukaan bumi. Permukaan bumi yang bertopografi kasar dan gelap memantulkan lebih sedikit sinar matahari dibandingkan dengan permukaan bumi yang topografinya halus dan berwarna cerah.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh 2 (Atmosfer)

Komponen sistem penginderaan jauh berikutnya yaitu atmosfer. Atmosfer terdiri dari berbagai macam gas, seperti oksigen, karbon dioksida, nitrogen, helium, dan hidrogen yang dapat memantulkan, menyerap, dan menghamburkan radiasi elektromagnetik. Bagian spektrum elektromagnetik yang dapat melewati atmosfer dan mampu mencapai permukaan bumi disebut dengan istilah jendela atmosfer. Ozon, karbon dioksida, dan uap air merupakan kendala utama bagi spektrum inframerah karena molekul-molekul tersebut dapat menyerap radiasi spektrum inframerah. Sementara itu, kendala utama bagi spektrum tampak adalah hamburan.

Hamburan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

Hamburan Rayleigh, merupakan hamburan pada Ni dan O2  yang terjadi pada saat cuaca cerah dan pada ketinggian 4500-9000 m.

Hamburan Mie, adalah hamburan pada atmosfer mie (debu, asap, awan) yang terjadi pada saat cuaca tidak cerah dan pada ketinggian rendah, <4500 m.

Hamburan non-selektif, terjadi dimana butir-butir dalam atmosfer memiliki diameter lebih dari panjang gelombang spektrum tampak.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh 3 (Sensor)

Sensor adalah salah satu komponen sistem penginderaan jauh berupa alat pelacak, pendeteksi, dan perekam suatu objek. Alat tersebut dipasang pada suatu wahana, baik pesawat, helicopter, maupun satelit.  Kemampuan sensor dalam merekam gambar terkecil disebut dengan resolusi spasial. Sensor dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

Sensor fotografi. Sensor ini merekam objek yang ada di permukaan bumi dengan kamera melalui proses kimiawi. Sensor fotografi menggunakan spektrum tampak mata dengan hasil berupa citra foto.

Sensor elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal dengan sistem scanning. Sinyal elektrik direkam pada pita magnetik. Hasil rekaman diproses menjadi data visual atau data digital dengan menggunakan komputer. Hasil berupa citra satelit.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh 4 (Wahana)

Komponen sistem penginderaan jau selanjutnya yaitu wahana. Wahana merupakan media (dapat berupa kendaraan) yang digunakan untuk menempatkan sensor guna melakukan perekaman objek. Perekaman objek dapat dilakukan di angkasa dan luar angkasa. Perekaman di luar angkasa menggunakan wahana yang berbeda dengan perekaman di angkasa.

Wahana dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

Satelit, merupakan wahana yang beredar antara 400 km-900 km di luar atmosfer bumi.

Pesawat terbang rendah sampai menengah adalah komponen sistem penginderaan jauh wahana yang beredar pada ketinggian 1000 meter-9000 meter diatas permukaan bumi.

Pesawat terbang tinggi yaitu pesawat yang beredar pada ketinggian lebih dari 18.000 meter di atas permukaan bumi.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh 5 (Objek)

Objek adalah benda-benda yang terdapat di permukaan bumi. Inderaja dapat mengindera  komponen penginderaan jauh ini, bahkan apabila lokasinya sulit dijangkau dan berbahaya. Dengan demikian, penelitian wilayah berbahaya dapat tetap dilakukan walaupun tidak secara langsung, misalnya pemantauan kawah gunungapi aktif. Selain itu, objek berupa hutan di pedalaman juga dapat terus dipantau tanpa perlu mendatangi langsung hutan tersebut.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh 6 (Data)

Komponen sistem penginderaan jauh berikutnya yaitu data. Data penginderaan jauh dapat diperoleh melalui dua cara, yaitu cara manual dan digital. Cara manual dapat dilakukan dengan menginterpretasi data visual secara manual, misalnya dengan bantuan alat berupa stereoskop. Cara digital atau numerik dapat dilakukan dengan pengolahan data menggunakan perangkat lunak khusus penginderaan jauh yang diterapkan pada komputer.

Komponen Sistem Penginderaan Jauh 7 (Pengguna Data)

Pengguna data adalah komponen sistem penginderaan jauh, dapat berupa perorangan, kelompok, lembaga, ataupun pemerintah yang memerlukan data inderaja. Contoh lembaga yang memanfaatkan data inderaja yaitu lembaga kepolisian, kependudukan, pemetaan, meteorologi dan klimatologi. Kemampuan pengguna data dalam menginterpretasi citra sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pengguna data dalam memahami data penginderaan jauh.

 

Cukup sekian artikel mengenai komponen sistem penginderaan jauh dan penjelasannya.

Semoga artikel geografi ini bermanfaat bagi Anda dan dapat membantu Anda memahami materi tentang penginderaan jauh. Demikian artikel tentang komponen sistem penginderaan jauh, selamat belajar dan sukses selalu!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *