Jenis Tanah dan Manfaatnya

Diposting pada

Jenis Tanah dan Manfaatnya – Hola ! Kali ini kita akan belajar mengenai jenis tanah dan manfaatnya. Tanah berasal dari pelapukan batuan induk (bahan anorganik) serta pembusukan tumbuhan dan hewan (bahan organik). Karena itulah jenis dan karakteristik tanah berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Ketebalan, kesuburan, komposisi, dan warna tanah berbeda-beda di setiap lokasi.

Jenis Tanah dan Manfaatnya

Faktor – Faktor Pembentuk Tanah dan Sifat – Sifatnya

Faktor-faktor pembentuk tanah dapat dirumuskan sebagai berikut: T = f (i, o, b, t, w)
Keterangan :    T = tanah         b = batuan induk         t = topografi                i = iklim
f = factor         o = organisme              w = waktu

Sifat-sifat tanah memengaruhi jenis tanah dan manfaatnya, berikut merupakan uraian mengenai sifat-sifat tanah :

  1. Sifat Fisik Tanah
  2. Tekstur tanah, yaitu perbandingan partikel pasir, debu, dan lempung dalam suatu massa tanah. Jika kandungan tersebut seimbang maka tanah bertekstur geluh.
  3. Struktur tanah, yaitu susunan atau pengikatan butir-butir tanah dalam berbagai bentuk, ukuran, dan kemantapan.
  4. Konsistensi tanah, yaitu besar kecil gaya kohesi dan adhesi dalam berbagai kelembapan
  5. Warna tanah, dapat menjadi petunjuk beberapa jenis tanah. Perbedaan warna pada tanah terjadi karena perbedaan kandungan bahan organik, semakin tinggi kandungan organiknya maka warna tanah akan semakin gelap.
  6. Suhu tanah, peningkatan suhu pada batas tertentu menyebabkan kegiatan mikrobiologi dan perkecambahan dalam tanah semakin meningkat.
  7. Lengas tanah, merupakan kandungan air yang mengisi pori-pori tanah di atas muka air tanah.
  8. Permeabilitas tanah, yaitu kecepatan air meresap ke tanah dalam keadaan jenuh.
  9. Porositas tanah, yaitu perbandingan pori-pori tanah dan volume massa tanah.
  10. Drainase tanah, yaitu kemampuan tanah mengalirkan dan meresapkan kelebihan air di dalam tanah dan permukaan tanah.
  11. Sifat Kimia Tanah
  12. Bahan organik, terdiri atas sisa makhluk hidup, pupuk, kotoran dan lendir serangga.
  13. Unsur hara, tanaman membutuhkan unsur hara dari tanah sebagai nutrisi
  14. pH tanah, menunjukkan derajat keasaman tanah. pH normal = 6,6 – 7,5
  15. Sifat Biologi Tanah

Meliputi partikel-partikel tanah, bahan organik, dan jasad organisme (tumbuhan dan hewan).

Profil Tanah

Profil tanah atau penampang tanah merupakan bidang tegak yang menunjukkan karakteristik suatu lapisan tanah atau horizon tanah. Lapisan tanah secara umum sebagai berikut :

  1. Lapisan tanah atas (top soil) atau horizon A berada di paling atas dan mengandung banyak bahan organik. Lapisan ini merupakan zona perakaran dan perkembangan organisme.
  2. Lapisan tanah bawah (sub soil) atau horizon B mengandung sedikit bahan organik. Lapisan ini merupakan zona pengendapan partikel tanah yang tercuci dari horizon A.
  3. Regolith atau horizon C, merupakan lapisan tanah dimana tanah sudah terbentuk namun masih menunjukkan ciri batuan induk.
  4. Batuan induk (bedrock) atau horizon R, merupakan batuan yang masih sangat keras dan kompak.

Jenis Tanah dan Manfaatnya

Berikut adalah jenis-jenis tanah di Indonesia :

  1. Tanah alluvial, terbentuk dari hasil endapan aliran sungai di dataran rendah atau lembah. Tanah ini besifat subur sehingga cocok untuk lahan pertanian. Tanah alluvial terdapat di pantai timur Sumatra, di pantai utara Jawa, dan di sepanjang sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas, Barito, dan Bengawan Solo.
  2. Tanah regosol, merupakan tanah berbutir kasar yang terbentuk dari material gunungapi. Tanah regosol cukup subur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tanah regosol terdapat di Bengkulu, pantai Sumatra Barat, Jawa, Bali, dan NTB.
  3. Tanah andosol atau tanah andisol, berasal dari pelapukan batuan vulkanis atau abu gunungapi. Tanah andosol bersifat subur sehingga cocok untuk kegiatan pertanian. Tanah andosol terdapat di lereng gunungapi di daerah Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan Minahasa.
  4. Tanah organosol atau tanah gambut, merupakan hasil dari sisa-sisa tumbuhan rawa yang membusuk. Tanah ini berwarna hitam hingga cokelat, sifat tanah organosol kurang subur. Terdapat di rawa Sumatra, Kalimantan dan Papua.
  5. Tanah kapur, terbentuk dari batu kapur yang mengalami pelapukan. Tanah kapur bersifat tidak subur sehingga tidak layak menjadi lahan pertanian. Terdapat di daerah perbukitan kaput Sumatra Selatan, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
  6. Tanah grumusol, terbentuk dari material halus berlempung dengan warna kelabu hitam. Tanah grumusol bersifat subur dan cocok untuk kegiatan pertanian. Tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
  7. Tanah latosol, mengandung banyak zat besi dan aluminium sehingga memiliki tingkat kesuburan rendah. Tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
  8. Tanah podsolik, merupakan tanah mineral yang mengalami pencucian intensif dan bersifat masam. Tanah podsolik tidak cocok untuk pertanian karena sedikit mengandung bahan organic sehingga tingkat kesuburannya rendah. Tersebar di daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Demikian pembahasan mengenai Jenis Tanah dan Manfaatnya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita. Selamat belajar dan sukses selalu!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *