Dampak Perkembangan Kolonialisme Dan Imperialisme Di Indonesia

Diposting pada

 

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme – Salam! Pada kesempatan kali ini bersama Kumpulan Contoh Teks , kita akan belajar mengenai Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia. Kolonialisme dan Imperialisme merupakan peristiwa yang membuat Indonesia terpuruk pada saat itu.

Dampak Perkembangan Kolinialisme dan Imperialisme

Dalam perkembangan kolonialisme dan imperialisme rakyat Indonesia menderita kesengsaraan akibat penindasan pemerintah kolonial Belanda. Di bawah tekanan para penguasa kolonial, bangsa Indonesia harus mengikuti seluruh perintah dan peraturan pemerintah kolonial. Dalam perkembangannya, praktik kolonialisme dan imperialisme berdampak besar bagi kehidupan bangsa Indonesia di berbagai bidang. Mari kita simak apa saja dampak perkembangan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

 

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Bidang Politik

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di bidang politik ditunjukkan dengan adanya pergantian kekuasaan di lingkungan kerajaan pada masa kekuasaan VOC. Pada awalnya, VOC hanya berniat melakukan perdagangan dengan kerajaan lokal, namun dalam perkembangannya mulai campur tangan dalam proses pengangkatan raja atau putra mahkota.

Kemudian, pada masa pemerintahan Daendels terjadi pembaruan dalam bidang politik dan administrasi pemerintahan dengan penerapan sistem pemerintahan sentralistik. Artinya, semua unsur birokrasi berada di bahwa pengawasan pemerintah pusat. Pada masa ini, Daendels membagi pulau Jawa menjadi delapan wilayah besar yang disebut karesidenan. Dimana masing masing karesidenan dibagi lagi menjadi beberapa kabupaten. Pada masa ini pula, para penguasa pribumi diangkat menjadi pegawai pemerintah kolonial. Para pegawai pemerintahan sampai tingkat kabupaten digaji secara bulanan dan dilarang menerima upeti. Dengan demikian, pada masa ini penguasa pribumi khususnya bupati kehilangan jabatan secara turun temurun.

Gubernur Raffles yang mengambil alih kekuasaan setelah itu, menghapus sistem feodalisme dari masyarakat Jawa dengan usaha usaha seperti berikut.

  1. Menjauhkan penguasa lokal seperti bupati dari kebijakan menguntungkan diri sendiri
  2. Mempersempit ruang gerak para bupati dengan cara mengangkat para bupati sebagai pegawai pemerintah di bawah seorang residen
  3. Menghapus sistem penyerahan paksa dan kerja paksa agar rakyat memiliki kebebasan berusaha

Lalu pada masa pemerintah Hindia Belanda, kekuasaan tertinggi masih dipegang oleh gubernur jenderal. Selain itum Raad van Indie masih bertugas sebagai dewan penasihat pemerintah. Selanjutnya, pada awal abad XX pemerintah kolonial berkeinginan menyatukan kembali seluruh wilayah Hindia Belanda yang masih berbentuk kerajaan.

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di bidang politik ini terus mengalami perubahan selama masa kolonialisme di Indonesia. Perubahan tersebut terjadi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan pemerintah kolonial yang berkuasa.

 

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Bidang Ekonomi

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di bidang Ekonomi pada masa pemerintah gubernur jenderal Daendels dilakukan dengan pembangunan jalan raya pos Anyer-Panarukan. Pembangunan jalan dianggap dapat membawa keuntungan ekonomis bagi daerah yang dilalui. Hal ini karena jalan pos dapat memperpendek waktu perjalanan sehingga mempermudah akses perdagangan antar daerah. Pada pemerintah Daendels perekonomian tradisional juga mulai mengalami perubahan menjadi sistem perekonomian modern.

Lalu pada masa pemerintahan Raffles, terjadi pergantian sistem kepemilikan tanah dari raja dan penguasa lokal menjadi milik pemerintah kolonial. Artinya, pemerintah berhak menyewakan tanah tersebut. Sistem sewa tanah memberikan peluang ekonomi yang didukung kepastian hukum usaha sehingga muncul perdagangan bebas.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di bidang Ekonomi dilakukan dengan pengembangan industri gula, sektor agraris, adanya sistem ekonomi uang, dan lain sebagainya.

 

Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Bidang Sosial Budaya

Kebijakan pemerintah kolonial yang diterapkan bangsa bangsa Eropa memengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. Lunturnya Feodalisme

Sistem feodal di Indonesia telah dikenal sejak periode Hindu-Budha dan masih berlanjut hingga masa kolonialisme dengan ditandai adanya tanah tanah luas yang dikuasai para bangsawan, sedangkan rakyat hanya sebagai budak. Dalam perkembangannya, kolonial berhasil menggeser hak hak istimewa para penguasa pribumi.

2. Pertumbuhan Penduduk dan Migrasi Penduduk

Sebelum tahun 1800, pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat rendah. Tingkat pertumbuhan rata rata dari tahun 1400 hingga 1800 sekitar 0,1-0,2%. Lalu terjadilah pertumbuhan penduduk yang dikarenakan oleh intensitas perang mulai menurun, kebijakan kesehatan pemerintah, serta perkembangan teknologi.

3. Perkembangan Stratifikasi Sosial

Pada masa kolonial diaturlah pembagian status sosial yang dikategorikan sebagai berikut.

  1. Golongan atas ; terdiri atas orang orang eropa
  2. Golongan Timur Asing ; Tionghoa, Arab, India
  3. Golongan pribumi ; yang terdiri atas bangsa Indonesia asli.
  4. Penyebaran Agama Nasrani

Kedatangan bangsa Eropa di Indonesia membawa pengaruh bidang agama. Bangsa portugis dan spanyol memperkenalkan agama Katolik kepada bangsa Indonesia. Bangsa Belanda menyebarkan agama Kristen.

4. Perkembangan Seni Musik

Bangsa Eropa memperkenalkan berbagai alat musik seperti biola, piano, cello, ukulele, gitar, seruling. Lalu alat alat musik tersebut pun dipadukan dengan alat musik Indonesia.

5. Perkembangan Seni Artisektur Barat

Pada awal abad XIX, arsitektur bergaya Eropa mengalami perkembangan signifikan. Berkembang gaya arsitektir yang disebut Indis.

6. Perkembangan Sastra dan Karya Tulis

Ditulis banyak karya sastra selama masa kolonialisme dan imperialisme, banyaj kosa kata portugis dan Belanda yang diserap dalam Bahaa Indonesia.

7. Perubahan Gaya Hidup

Bangsa Bangsa Barat menduduki strata pertama dalam stratifikasi sosial di masyarakat. Pada masa ini gaya hidup bangsa Eropa terutama dalam berpakaian selalu menjadi trend-setter.

 

Demikian sedikit materi tentang Dampak Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya. Semoga artikel kali ini dapat memberikan teman teman pengetahuan baru ataupun memudahkan teman teman melawan jawaban. Sekian dan Terimakasih !

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *