Contoh Majas Personifikasi, Ciri-Ciri dan Contoh Penggunaannya

Diposting pada

Jika berbicara tentang karya sastra Indonesia, gaya bahasa adalah unsur yang paling banyak digunakan dan paling sering diperhatikan. Gaya bahasa akan membuat sebuah karya tulis atau karya sastra menjadi lebih menarik untuk dibaca. Gaya bahasa atau yang lebih sering dikenal dengan majas ini membuat pesan yang ingin disampaikan melalui tulisan tersebut juga lebih menyentuh dan mengena pada pembacanya. Salah satu majas yang juga sering digunakan dalam penulisan adalah majas personifikasi. Hampir dalam setiap tulisan atau percakapan sehari-hari juga sering menggunakan salah satu contoh majas personifikasi.

 

Memahami Pengertian, Ciri dan Contoh Majas Personifikasi

Sebagai salah satu jenis gaya bahasa atau majas yang paling sering digunakan, majas personifikasi pasti sudah tidak asing lagi bagi para penutur Bahasa Indonesia. Bahkan, majas ini tidak hanya digunakan dalam penulisan karya sastra saja namun juga banyak digunakan dalam penggunaan sehari-hari. Apa sih sebenarnya majas personifikasi itu dan apa saja contoh majas personifikasi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari tersebut?

 

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda agar benda mati tersebut bisa seolah-olah memiliki sifat manusia. Majas ini juga masuk dalam kategori majas perbandingan karena membandingkan benda mati dengan makhluk hidup. Tujuan dari penggunaan majas ini adalah untuk memberikan gambaran yang lebih nyata pada objek yang digambarkan. Contoh majas personifikasi biasanya ditemukan pada karya sastra seperti cerpen, puisi dan novel. Majas personifikasi ini juga memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan jenis majas lain.

 

1.     Pilihan Kata yang Digunakan Membandingkan Benda Mati dengan Manusia

Ciri utama dari majas personifikasi adalah pemilihan kata yang khas. Kata yang digunakan adalah kata-kata yang membandingkan antara sifat manusia dengan benda mati. Hal ini kemudian membuat benda mati seolah-olah hidup atau memiliki sifat seperti makhluk hidup.

 

2.     Memberikan Gambaran Lebih Jelas

Saat menggunakan majas personifikasi, gambaran terhadap suatu situasi atau keadaan bisa lebih jelas. Sekali lagi, hal tersebut karena citraan yang ditimbulkan dari perbandingan antara benda mati dan manusia yang digunakan pada majas ini.

 

 

Majas personifikasi ini adalah gaya bahasa atau majas yang paling banyak digunakan, tidak hanya pada karya sastra namun juga dalam penggunaan sehari-hari. Pembandingan benda mati dengan melekatkan manusia di dalamnya yang membuatnya seolah-olah hidup inilah yang membuat penggunaan kata yang menerapkan majas personifikasi menjadi lebih hidup sehingga lebih menarik untuk dibaca. Ada banyak contoh majas personifikasi yang sering digunakan, baik dalam karya sastra maupun dalam kehidupan sehari-hari, seperti beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

 

  • Suasana asri di pinggir pantai dengan daun kelapa yang melambai-lambai tertiup angin dan ombak yang menggulung-gulung inilah yang membuatku selalu rindu kampung halamanku.
  •  Langit mendung memayungi bumi seakan menemani perasaannya yang terluka karena ditinggalkan orang yang dikasihinya pergi selama-lamanya.
  • Deretan pohon kelapa menari-nari, seakan-akan memanggil untuk ikut menari.
  • Pada malam itu, kobaran api mengamuk dipemukiman warga.
  • Malam itu angin bernyanyi lirih, dan ribuan bintang menemani aku menghabiskan malam itu.
  • Alunan musik itu terus berteriak-teriak di pikiranku.
  • Jendela-jendela kelas melambai-lambai karena tidak terkunci.
  • Ombak di laut itu terus berkejaran satu dengan lainnya.
  • Mobil tua itu terus menggerutu karena kelebihan muatan.
  • Bulan di malam ini menatapku dan menemaniku.
  • Langit di sore itu menangis keras melihat bumi pertiwi rusak oleh manusia.
  • Pena penyair itu bermulai mengikuti irama tarian tangan.
  • Nasi itu menangis jika tidak dihabiskan.
  • Peluit dari kereta itu bersiul keras menandakan kereta akan berangkat.
  • Petir-petir itu terus menyambar muka bumi ini.
  • Kamera pengintai itu menangkap sosok pencuri di malam itu.
  • Burung-burung di halaman rumah bernyanyi bersama menyayikan sebuah lagu merdu.
  • Hatiku bernyanyi ria melihat kau mendatangiku dan memelukku.
  • Sepasang sandal itu terus melengkapi dan melangkah bersama kemanapun mereka pergi.
  • Minuman dingin itu terus menggodaku untuk mencobanya.
  • Matahari terbenam, haripun mulai gelap, Sang rembulan mulai bangun dari tidurnya.
  • Kabut tebal menyelimuti desa itu.

 

Ada beragam cara untuk bisa menyampaikan pesan yang terkandung di dalam sebuah tulisan. Salah satunya adalah dengan memilih diksi atau penggunaan katanya. Untuk memberikan dampak pada tulisan, penggunaan majas atau gaya bahas disahkan agar tulisan bisa lebih menarik untuk dibaca dan pesan yang terkandung di dalamnya bisa tersampaikan. Diantara banyaknya jenis majas, majas personifikasi adalah salah satu yang paling sering digunakan. Majas ini adalah majas perbandingan yang memberikan sifat hidup manusia kepada benda mati sehingga terlihat seolah-olah hidup. Beberapa contoh majas personifikasi di atas adalah beberapa contoh kalimat atau kata yang sering digunakan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam karya sastra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *