Contoh Majas Litotes Beserta Ciri-ciri dan Penggunaannya

Diposting pada

Penulisan teks atau kalimat dalam sebuah karya sastra tentunya tidak pernah lepas dari unsur gaya bahasa yang digunakan. Istilah lain dari gaya bahasa adalah majas. Penggunaan dari gaya bahasa ini biasanya diperuntukan untuk membuat olahan kata dalam karya sastra menjadi lebih menarik. Penggunaan gaya bahasa juga bisa digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan berupa nasehat atau sindiran yang dituturkan secara tidak langsung melalui ungkapan majas. Gaya bahasa atau majas memiliki jenis-jenis yang beragam, salah satunya adalah majas litotes. Contoh majas litotes ini akan banyak ditemukan pada karya sastra seperti cerpen, novel, bahkan dalam ungkapan percakapan sehari-hari.

 

Contoh Majas Litotes Lengkap dengan Ciri-ciri dan Cara Penggunaannya yang Benar

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa penggunaan majas atau gaya bahasa sebetulnya tak hanya muncul di dalam karya sastra saja. Tapi juga banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sebelumnya tentunya Anda pasti pernah belajar dan mengetahui sekilas mengenai majas litotes. Namun untuk bisa menggunakannya dengan benar, Anda perlu mengetahui bagaimana contoh majas litotes yang benar.

 

Sebelum ke pembahasan ciri-ciri dan bagaimana cara menggunakannya, Anda perlu mengetahui dulu apa pengertian dari majas litotes itu sendiri. Majas litotes adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata sederhana untuk sesuatu yang realitanya tinggi. Bisa juga dibilang bahwa majas ini adalah majas yang ungkapannya memiliki arti bertentangan dari arti sebenarnya. Tujuan dari menggunakan majas litotes ini adalah untuk merendahkan hati dan menutupi sesuatu yang terlihat mewah atau besar untuk menjaga kesopanan. Untuk bisa mengetahui perbedaannya dengan majas lain, Anda perlu mengetahui apa saja ciri-ciri dari majas litotes berikut ini:

 

1.     Menggunakan kata yang sederhana untuk sesuatu yang tinggi

Dalam majas litotes biasanya kata-kata yang ingin disederhanakan ungkapannya akan diganti dengan kosa kata yang lebih sederhana. Namun meskipun kosakata yang digunakan memiliki makna kecil atau sederhana, dalam majas litotes artinya adalah sebaliknya.

 

2.     Memperlihatkan kesopanan

Kosa kata yang digunakan dalam majas litotes adalah untuk menunjukan kesopanan dan rasa hormat pada lawan bicara yang derajatnya lebih tinggi atau lebih rendah dari penutur.

 

3.     Memiliki makna yang bertentangan

Dalam majas litotes kata yang digunakan memiliki makna yang bertentangan dengan realita. Namun memiliki makna yang positif yaitu untuk menunjukan kerendahan hati.

 

Mengetahui ciri-cirinya saja tentu tidak akan cukup untuk memahami apa itu majas litotes. Untuk lebih memahaminya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana contoh majas litotes yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh dan penjelasannya:

“Mari pak singgah ke gubuk kecil saya dulu..”

Jika ungkapan tersebut diucapkan oleh seseorang yang memiliki rumah mewah, maka ungkapan tersebut termasuk ke dalam majas litotes karena terdapat kata “gubuk” yang memiliki makna sebaliknya.

 “Sebagai wakil walikota, upah saya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari saja”

 Ungkapan tersebut jelas termasuk ke dalam majas litotes karena bertujuan untuk merendah dan memiliki makna yang sebaliknya. Karena pada dasarnya upah pejabat negara seperti wakil walikota sebetulnya sangat besar.

“Saya telah menyelesaikan program s2 saya diamerika saya dengan otak tumpul saya”

Ungkapan tersebut jelas termasuk ke dalam majas litotes karena bertujuan merendah dan memiliki makna sebaliknya. Karena orang yang telah menyelesaikan program s 2 apalagi di luar negri sebetulnya memiliki otak yang pintar.

 

Contoh Majas Litotes lainnya

  • Maafkan otak aku yang sangat bodoh ini.
  • Mengapa kamu berterimakasih padaku, orang yang tidak pernah berguna.
  • Kamu pasti tidak pernah bertemu orang sejelek aku.
  • Maafkan aku yang hanya memiliki segelintir uang
  • Alas kaki ini kubeli saat aku berliburan.
  • Harta yang kupunya hanyalah sepetak tanah
  • Aku boleh mampir ke rumahmu saja sudah senang.
  • Aku tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa ini
  • Ini adalah coretan-coretanku yang asal-asalan
  • Tulisan ini hanya aku buat saat aku iseng saja

 

Penggunaan majas litotes ini biasanya ditujukan untuk merendah dan menghilangkan rasa sombong kepada orang lain. Namun tentunya penggunaan majas litotes ini perlu disesuaikan dengan kenyataannya. Karena tak semua kata-kata yang menggunakan kosakata sederhana menunjukan makna yang sebaliknya. Lebih tepatnya majas litotes ini digunakan oleh orang-orang yang derajatnya tinggi dan bermaksud untuk merendah pada orang-orang di sekitarnya. Demikian beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri, cara penggunaan, dan contoh majas litotes. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *