Cara Menulis Contoh Pidato Bahasa Jawa yang Baik

Diposting pada

Dalam pelajaran Bahasa Jawa juga terdapat materi-materi yang sama seperti yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Misal salah satunya adalah materi tentang pidato. Pidato atau dalam bahasa Jawa disebut dengan sesorah adalah jenis teks yang disusun dengan baik untuk disampaikan kepada orang lain atau kepada khalayak umum. Pidato dibuat untuk menyampaikan pikiran atau gagasan di depan publik. Untuk bisa membuat contoh pidato Bahasa Jawa dengan baik Anda juga harus tahu tentang apa itu pidato, macam atau jenis pidato dan struktur penyusunnya.

 

Struktur Penulisan Contoh Pidato Bahasa Jawa yang Baik

Seperti yang dijelaskan di atas, pidato adalah salah satu teks yang disusun dengan baik untuk kemudian disampaikan kepada orang lain atas pemikiran atau gagasan dari orang tersebut. Ada 6 jenis pidato yang umumnya dikenal, yaitu pidato pembukaan, pidato pengarahan, pidato sambutan, pidato peresmian, pidato laporan, dan pidato pertanggung jawaban. Masing-masing jenis pidato tersebut dibuat untuk tujuan yang berbeda juga. Anda juga bisa mendapatkan contoh pidato bahasa Jawa dari masing-masing jenis tersebut.

 

Nah, untuk bisa membuat contoh pidato bahasa Jawa yang baik, Anda harus memperhatikan struktur penulisan pidato yang baik pula. Berikut ini adalah cara penulisan struktur pidato bahasa jawa yang baik.

 

1.     Salam Pembuka dilanjutkan dengan Pembuka

Dalam setiap contoh pidato bahasa Jawa yang baik harus ada salam pembuka untuk memulai sambutan atau pidato tersebut. Salam pembuka ini bersifat general, jadi salam yang digunakan tidak harus dalam bentuk salam yang biasanya digunakan oleh orang muslim. Setelah salam pembuka dilanjutkan dengan pembuka (purwaka). Di dalam purwaka ini harus mencakup ucapan syukur kepada Tuhan, ucapan penghormatan dan terima kasih kepada hadirin yang datang.

 

2.     Isi (Surasa)

Isi atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan Surasa adalah bagian yang juga sangat penting dalam setiap pidato bahasa Jawa. Di dalam bagian surasa inilah Anda bisa menyampaikan inti pikiran atau gagasan yang ingin Anda sampaikan. Bagian-bagian penting yang ada harus disampaikan di dalam bagian ini.

 

3.     Penutup (Wusana)

Struktur selanjutnya setelah isi adalah penutup. Pada bagian ini juga harus mencakup dudutan (ringkasan) dari isi pidato dan pengarep-arep (pengharapan) atas isi pidato yang disampaikan. Kedua hal ini harus dicantumkan sebelum menutup sebuah pidato. Dengan begitu audiens bisa menangkap poin utama dari penyampaian pidato serta harapan pidato yang disampaikan untuk para audiensnya.

 

4.     Salam Penutup

Bagian terakhir dalam sebuah pidato yang harus ada baik dalam pidato bahasa Indonesia atau bahasa Jawa adalah salam penutup. Sama seperti salam pembuka sebelumnya, salam penutup juga harus bersifat lebih general. Hal ini ditujukan agar pidato yang disampaikan juga bisa diterima oleh orang secara umum.

 

Sebagai sebuah teks yang disusun untuk disampaikan di hadapan banyak orang, pidato harus dibuat dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya isinya yang harus dibuat dengan baik agar isi atau pesan yang ingin disampaikan bisa diterima oleh audiens, dalam membuat pidato juga harus memperhatikan struktur penyusunan yang baik. Dengan memperhatikan struktur penyusunan pidato yang baik, maka penyampaian pidato juga jadi lebih baik. Begitu juga jika Anda membuat pidato berbahasa Jawa. Contoh pidato bahasa Jawa  yang baik tidak hanya harus bisa menyampaikan isi dengan baik namun juga harus memenuhi struktur penulisan seperti yang disebutkan di atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *