Teori Proses Pembentukan Bumi Menurut Ilmuwan

Diposting pada

Teori Proses Pembentukan Bumi – Salam ! Kali ini kita akan belajar mengenai salah satu materi Geografi yaitu mengenai Teori Proses Pembentukan Bumi. Materi ini merupakan salah satu materi yang diujikan dalam Ujian Nasional. Selamat membaca!

Teori Proses Pembentukan Bumi

Bumi mengalami proses perkembangan sejak terbentuknya miliaran tahun lalu hingga saat ini. Para ilmuwan mengemukakan teorinya untuk menjelaskan proses pembentukan Bumi. Berukut ini beberapa teori tentang proses pembentukan Bumi menurut berbagai ilmuwan.

 

Teori Proses Pembentukan Bumi 1 : Teori Kontraksi (Constraction Theory)

Teori Proses Pembentukan Bumi yang pertama adalah teori konstraksi yang dikemukakan oleh Rene Decrates pada tahun 1596-1650. Teori ini menyatakan bahwa Bumi mengalami penyusutan dan mengerut karena proses pendinginan. Kondisi tersebut menyebabkan tempat satu dengan tempat yang lain mengalami perbedaan bentuk dan membentuk relief Bumi yang berupa gunung, lembah, dan daratan.

James Dana dan Elie de Baumant mendukung teori konstraksi ini. Mereka berpendapat terbentuknya pegunungan dan lembah lembah diakibatkan pengerutan permukaan Bumi akibat proses pendinginan pada bagian dalam Bumi.

Akan tetapi, teori ini banyak dikritik karena penurunan suhu yang menyebabkan terbentuknya pegunungan dan lembah berlangsung dalam waktu singkat. Padahal, di dalam Bumi masih terdapat unsur pijar dan lapisan Bumi masih mengalami pergerakan hingga kini.

 

Teori Proses Pembentukan Bumi 2 : Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)

Teori Dua Benua ini dikemukakan oleh Edward Zuess pada tahun 1884. Menurut teori ini, benua benua di Bumi pada masa lalu berkumpul menjadi satu menjadi sebuah benua besar atau supercontinent. Benua yang terletak di sekitar kutub utara bernama Laurasia sedangkan benua yang terletak di kutub selatan bernama Gondwana Land.

Kedua benua tersebut perlahan bergerak menuju ekuator dan terpecah saling menjauh sesuai arah pergerakannya masing masing yang pada akhirnya membentuk daratan benua. Rotasi Bumi menyebabkan sebagian benua terpencar di daerah ekuator dan belahan Bumi barat.

Pecahan Laurasia membentuk benua Eropa, benua Asia, Amerika Utara, dan Greenland. Sedangkan pecahan Gondwana membentuk Amerika Selatan, India, Australia, Afrika, dan Antartika.

 

Teori Proses Pembentukan Bumi 3 : Teori Apungan Benua (Continental Drift Theory)

Kemudian, Teori Proses Pembentukan Bumi yang ketiga adalah Teori Apungan Benua. Teori ini dinyatakan oleh Alfred Lothar Wegener pada tahun 1912. Menurut teori ini, muka Bumi terbentuk akibat pergeseran benua.

Pada mulanya, Bumi berawal dari benua tunggal besar bernama Pangea. Pangea bergerak kemudian teroecah. Gerak rotasi Bumi secara sentrifugal mengakibatkan oecahan Benua tersebut bergerak ke arat barat menuju ekuator. Sampai sekarang, Bumi masih terus mengalami pergeseran sejauh rata rata 2cm/tahun.

Beberapa bukti pergerakan benua menurut Wegener adalah sebagai berikut :

  1. Adanya persamaan garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Benua Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Benua Eropa dan Benua Afrika.
  2. Daerah Greenland menjauhi Benua Eropa.
  3. Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan.
  4. Ada kegiatan seismik di Patahan San Andreas.
  5. Samudra Atlantik semakin luas karena pergeran Benua Amerika ke arah barat.
  6. Batas Samudra Hindia semakin mendesak ke arah utara.

 

Teori Proses Pembentukan Bumi 4 : Teori Konveksi

Teori Proses Pembentukan Bumi yang keempat adalah Teori Konveksi. Teori konveksi ini dikemukakan oleh dua orang ilmuwan bernama Arthur Holmes dan juga Harry H. Hess. Teori ini menyatakan bahwa di dalam lapisan astenosfter terjadi aliran konveksi ke arah vertikal dan berpengaruh hingga ke kerak Bumi dan menyebabkan batuan kerak Bumi menjadi lunak.

Ketika arus konveksi yang membawa materi lava sampai ke permukaan Bumi di punggung tengah samudra (mid oceanic ridge), maka lava akan segera membeku dan kemudian membentuk lapisan kulit Bumi baru yang menggeser dan menggantikan kulit Bumi yang sudah lebih tua. Adanya gerak aliran dari dalam Bumi mengakibatkan permukaan Bumi ini menjadi tidak merata.

Bukti yang mendukung teori Konveksi ini yaitu antara lain sebagai berikut.

  1. Terbenutuknya pematang tengah samudra atau mid oceanic ridge. Contohna adalah Mid Atlantic Ridge dan juga Pacific Atlantic Ridge.
  2. Semakin jauh dari punggung tengah samudra, semakin tua umur batuan. Hal ini menunjukkan adanya gerakan dari mid oceanic ridge ke arah berlawanan akibat adanya arus konveksi dari laoisan di bawah kulit Bumi.

 

Teori Proses Pembentukan Bumi 5 : Teori Lempeng Tektonik (Tectonic Plate Theory)

Teori lempeng tektonik ini dinyatakan oleh Tozo Wilson. Teori ini mengemukakan bahwa kerak bumi terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer yang berwujudu cair dan kentak. Banyak para ahli yang beranggapan bahwa teori lempeng tektonik menjelaskan mengenai dinamika Bumi seperti gempa dan pembentuk jalur pegunungan.

Gerakan lempeng tektonik dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.

  1. Gerakan Divergen

Gerakan divergen merupakan gerakan lempeng tektonik yang saling menjauh seperti yang terjadi antara lempeng Afrika dan lempeng Amerika Selatan.

  1. Gerakan Konvergen

Gerakan konvergen adalah gerakan lempeng tektonik yang saling mendekat sehingga saling bertumbukan dan menyebabkan salah satu dari lempeng tersebut akan tersubduksi ke dalam mantel dan membentuk gunung api aktif di daratan benua.

  1. Gerakan Transform

Gerakan antarlempeng tektonik yang bergerak berlawan arah sehingga saling bergesekan adalah pengertian dari gerakan transform.

 

Demikian sedikit penjelasan materi Geografi mengenai Teori Proses Pembentukan Bumi. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan teman teman atau membantu teman teman dalam mengerjakan tugas. Terimakasih dan tetaplah belajar!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *